Akses Wisata Religi Dilebarkan

623
PELEBARAN JALAN: Sebuah truk molen menurunkan muatan bahan baku cor beton untuk melebarkan jalan raya Botorejo-Kadilangu, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
PELEBARAN JALAN: Sebuah truk molen menurunkan muatan bahan baku cor beton untuk melebarkan jalan raya Botorejo-Kadilangu, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Jalan wisata religi Kadilangu yang menghubungkan dengan jalan lingkar selatan Kota Demak melalui Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam diperlebar. Jalan yang semula sekitar 4 meter kini lebarnya menjadi 6 meter. Dengan demikian, bus besar yang mengangkut peziarah dapat dengan leluasa melewati jalur alternatif tersebut.

Seperti diketahui, jalan raya Botorejo-Kadilangu kini difungsikan sebagai jalur keluar bus bus besar wisata religi. Sedangkan, akses masuk bus ke Terminal Kadilangu tetap melalui jalur utama arah barat.

Ketua RW 6 Desa Botorejo, Rukin, mengatakan, sebagai warga turut senang karena jalan raya tersebut telah dilebarkan. Selama ini, jalan menyempit sehingga ketika ada bus besar lewat kendaraan lain kesulitan untuk berpapasan. “Biasanya, jika berpapasan salah satu kendaraan harus mengalah. Berhenti dulu,” katanya.

Bahkan, dalam sebulan terakhir seiring dengan padatnya peziarah,  jalur Botorejo-Kadilangu tersebut sangat padat kendaraan bus. Akibatnya, kemacetan di traffic light Botorejo tidak terhindarkan. Kendaraan yang dari arah jalur lingkar selatan menuju Kadilangu harus memutar lagi agar tidak terjebak macet.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Demak, Doso Purnomo dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan, jalan jalan utama yang memiliki akses penting telah dilebarkan.  Selain, jalur Onggorawe-Mranggen, juga jalur lainnya, termasuk jalan raya Gajah-Dempet dan  sebagainya. “Dengan diperlebar seperti ini, maka kendaraan dengan mudah berpapasan,” jelasnya. (hib/zal)

Tinggalkan Komentar: