35 Taruna Tingkat II dan III Diperiksa

Tewasnya Taruna Akpol Semarang

368
KENANGAN: Brigdatar Muhammad Adam bersama ibundanya, Adria Nova. (DOKUMEN PRIBADI)
KENANGAN: Brigdatar Muhammad Adam bersama ibundanya, Adria Nova. (DOKUMEN PRIBADI)

SEMARANG – Sebanyak 35 saksi diperiksa terkait tewasnya taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, 21, akibat dianiaya seniornya, Kamis (18/5). Mereka adalah 21 taruna tingkat II dan sisanya tingkat III. ”Ada 35 saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (19/5).

Condro mengatakan, dugaan penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya taruna tingkat II itu hingga kini masih dilakukan pengusutan. Pihaknya tengah mengumpulkan saksi dan barang bukti untuk menguatkan penetapan tersangka. Dugaan sementara, pelaku penganiayaan lebih dari satu orang. ”Kita mengarah seperti itu, tidak hanya satu orang,” ungkap Condro.

Condro menegaskan, kematian taruna asal Jalan Penghulu Gang Murtado No 21 RT1 RW 1 Kebayoran Lama Jakarta tersebut dipastikan meninggal akibat penganiayaan. Hal ini diketahui dari hasil otopsi forensik yang menerangkan paru-paru korban mengalami luka akibat pemukulan.

”Hasil otopsi sudah kita dapat. Tim dokter forensik mengatakan, luka di dada korban yang mengakibatkan sesak napas dan meninggal dunia. Jadi, kita pastikan itu meninggal karena penganiayaan atau pemukulan,” terangnya.

Seperti diberitakan koran ini kemarin, korban dianiaya oleh para seniornya di sebuah gudang kosong di Flat A Kompleks Akpol. Penganiayaan ini terjadi setelah kegiatan apel, Rabu (17/5) malam. Selanjutnya taruna tingkat II diberi waktu istirahat hingga pukul 23.00. Setelah itu, taruna II diminta untuk menghadap taruna tingkat III di gudang kosong tersebut. Diduga di tempat itu korban dianiaya oleh kakak seniornya. Hingga akhinya korban pingsan dan dibawa ke rumah sakit Akpol. Korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis (18/5) sekitar pukul 02.00.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova menambahkan, pihaknya masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan mendalam, termasuk menghimpun bukti kuat dalam penetapan tersangka kasus ini. Sebelumnya, pihak kepolisian yang telah melakukan gelar perkara, juga akan kembali melakukan gelar perkara kedua. ”Kita masih terus mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan mendalam sebagai penunjang penetapan tersangka. Malam nanti (kemarin) kita akan lakukan gelar perkara lagi,” katanya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here