Wartawan Jawa Pos Radar Semarang Sabet Juara Nasional

595
JUARA PERTAMA: Taufk Hidayat (2 dari kanan) saat berada di panggung usai menerima sertifikat penghargaan sebagai juara 1 lomba penulisan opini dan features kategori wartawan oleh Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy, Jumat (19/5) di Lippo Mall Puri Kembangan Jakarta berbarengan pada momen pameran Pekan Pendidikan Nasional. (ISTIMEWA)
JUARA PERTAMA: Taufk Hidayat (2 dari kanan) saat berada di panggung usai menerima sertifikat penghargaan sebagai juara 1 lomba penulisan opini dan features kategori wartawan oleh Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy, Jumat (19/5) di Lippo Mall Puri Kembangan Jakarta berbarengan pada momen pameran Pekan Pendidikan Nasional. (ISTIMEWA)

SEMARANG—Wartawan Jawa Pos Radar Semarang, Taufik Hidayat, berhasil meraih juara 1 lomba Penulisan Opini dan Karya Jurnalistik (Features) Pendidikan dan Kebudayaan 2017. Tulisan Taufiq berjudul Suluh Pelajar Satu Atap di Lereng Slamet, berhasil meraih nilai tertinggi untuk kategori features pada lomba yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

SERTIFIKAT: Taufik Hidayat sesaat setelah menerima sertifikat penghargaan sebagai juara 1 dari Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy. (ISTIMEWA)
SERTIFIKAT: Taufik Hidayat sesaat setelah menerima sertifikat penghargaan sebagai juara 1 dari Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy. (ISTIMEWA)

Atas prestasinya, Taufik bersama para pemenang lain untuk kategori wartawan, guru, dan umum, pada Jumat (19/5), diundang  Biro Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta untuk menerima penganugerahan. Penyerahan hadiah disampaikan berbarengan pada pembukaan Pekan Pendidikan Nasional di Lippo Mall Puri Kembangan Jakarta, Jumat (19/5).

Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa sertifikat  dan uang pembinaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy. Uang pembinaan untuk juara 1 masing-masing kategori sebesar Rp 15 juta; juara 2 (Rp 12 juta); dan juara 3 (Rp 10 juta) dipotong pajak.

Taufik mengaku tidak menyangka tulisannya yang mengangkat potret pendidikan di kecamatan wilayah atas Kabupaten Pekalongan, mendapatkan apresiasi tertinggi dari dewan juri. Yang ia lakukan hanya menyajikan fakta betapa pelajar SMP Satu Atap di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, begitu gigih bersekolah, di tengah keterbatasan infrastruktur yang ada.

“Mereka harus melintasi jalan makadam yang terjal, sementara kanan dan kirinya jurang untuk menuju ke sekolah. Bahkan, mereka harus membawa obor sekalipun untuk menerangi jalan. Tapi tekad mereka bersekolah sangat gigih,” kata wartawan yang sehari-hari liputan di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Bahkan, lanjut Taufik, beberapa siswa berasal dari sejumlah dusun di lereng gunung Slamet, yang rumahnya belum dialiri listrik. “Di tengah keterbatasan, anak-anak sekolah di sana, tetap punya semangat untuk belajar. Inilah yang membuat saya tertarik untuk mengangkat potret keseharian para pelajar di sana, menjadi liputan features.”

Liputan features yang dimuat di media online radarsemarang.com itu pun akhirnya diikutkan lomba, sehari menjelang batas akhir lomba. Taufik bercerita, satu minggu sebelum pengumuman, diam-diam tim juri datang ke Kabupatan Pekalongan, melakukan verifikasi tulisan dengan fakta di lapangan. “Saya baru tahu ketika diundang ke salah satu hotel di Pekalongan untuk presentasi tulisan yang saya buat. Alhamdulillah, ini berkah  menjelang Ramadan bagi saya,” tutupnya. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here