Pustakawan Dibekali Teknik Menulis Artikel

392
TIPS MENULIS : GM Jawa Pos Radar Kedu Iskandar (tengah) saat memresentasikan materi penulisan artikel populer di ruang audiovideo Arpusda Wonosobo, Kamis (18/5). (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU)
TIPS MENULIS : GM Jawa Pos Radar Kedu Iskandar (tengah) saat memresentasikan materi penulisan artikel populer di ruang audiovideo Arpusda Wonosobo, Kamis (18/5). (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO—Menjelang lomba penulisan artikel bagi pustakawan se-Kabupaten Wonosobo, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) kemarin menggelar workshop penulisan artikel populer di ruang audiovideo Arpusda. Tujuan workshop untuk membekali para pustakawan dalam menulis artikel populer. Rencananya, lomba digelar pada Juli mendatang.

“Kita ingin semua masyarakat bisa menulis artikel yang disebarluaskan melalui media massa. Termasuk bagi pustakawan,” kata Kepala Seksi Pembinaan Pengembangan dan Hubungan Antar Lembaga, Astin Umariyah, di sela acara yang diikuti 45 pustakawan dan sejumlah guru.

Astin menjelaskan, keahlian menulis artikel oleh pustakawan, diharapkan memudahkan mereka dalam upaya mempromosikan perpustakaan yang dinaungi Arpusda. “Saya pikir sudah waktunya pustakawan mahir menulis. Dengan keahlian menulis, pustakawan akan mudah menyosialisasikan atau menyuarakan berbagai kekurangan perpustakaannya.”

Acara yang dihelat sejak pagi hingga siang hari, diisi oleh dua narasumber. Narasumber pertama, seorang seniman dan juga penulis, Gus Blero, menyampaikan materi teknis menulis artikel. Sedangkan pembicara kedua, GM Jawa Pos Radar Kedu, Iskandar, secara khusus menyampaikan tips penlisan artikel yang layak muat di media cetak.

Menurut Iskandar, agar artikel dimuat di media massa, maka seorang penulis artikel harus memahami nilai-nilai jurnalistik. Di antaranya, harus aktual. “Aktual maksudnya hangat, baru saja terjadi, sedang menjadi bahan pembicaraan.”

Karena tuntutan aktualitas, seorang wartawan atau penulis lepas musti berhadapan dengan deadline. “Saat menulis berita, artikel, dan feature, Anda tidak bisa bersantai mengatakan “Ah, diteruskan besok saja.” Ingat, Anda dikejar deadline!”.

Orisinalitas atau keaslian artikel, juga menjadi hal yang musti dipenuhi. Ide-ide yang lahir dari pikiran sendiri. “Tulisan harus orisinal, dibuat sendiri, hasil dari olah pikiran dan perasaan sendiri. Bukan sekadar kutip sana kutip sini, lalu digabungkan atau dikompilasi menjadi tulisan baru tanpa pendalaman. Juga bukan hasil copy paste,” kata Iskandar.

Dalam kesempatan itu, pria berkacamata minus itu juga menyampaikan tips membuat judul artikel. Menurutnya, jangan membuat judul yang bombastis. Meski begitu, judul harus menarik dan substantif. “Membuat judul, gunakan kata atau kalimat yang berorientasi ke depan, mengandung hal-hal/ide-ide baru dan tidak basi, serta menarik dan mengundang keingintahuan pembaca.”

Ia mencontohkan judul Era Baru Digitalisasi Perpustakaan. “Kata-kata yang digunakan pada judul di atas, mengandung hal-hal baru tentang proses digitalisasi perpustakaan. Ini akan membuat orang penasaran untuk membacanya.”

Intinya, kata Iskandar, hindari kata-kata atau kalimat bombastis, tapi tidak memiliki kaitan dengan substansi tema atau artikel secara keseluruhan. “Selain “menipu” atau tepatnya menjebak, juga hanya membuat kesel dan kecewa redaktur saja.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here