Narkoba Menyasar Sekolah dan Desa

364
PRESENTASI: Aiptu Rahmad Sujaka memaparkan berbagai jenis narkoba di depan peserta pencegahan narkoba bertempat di ruang Mangunkusumo Setda. (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU)
PRESENTASI: Aiptu Rahmad Sujaka memaparkan berbagai jenis narkoba di depan peserta pencegahan narkoba bertempat di ruang Mangunkusumo Setda. (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO—Menyikapi terus naiknya prevalensi pengguna narkoba, pemerintah pusat maupun daerah, dituntut lebih serius menanggulangi peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya alias narkoba. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada akhir 2016, pengguna narkoba telah mencapai 2,2 persen dari jumlah penduduk atau equivalen dengan lebih dari 4 juta orang.

Kepala Bagian Kesra Sosial dan Tenaga Kerja Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Suharyanto, menyampaikan hal itu di depan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir di Ruang Mangunkusumo, kemarin. Kegiatan tersebut dalam rangka sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

“Tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan figur-figur panutan yang selayaknya memahami secara komprehensif apa dan bagaimana narkoba beserta pola peredarannya di masyarakat.”

Suharyanto membeber, peredaran narkoba saat ini telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, dengan rentan usia mulai 10 sampai 69 tahun. Karenanya, peran dan partisipasi aktif kalangan orang tua dan para tokoh, dianggap strategis.

Berdasar data BNN pula, Suharyanto menyebut bahwa lebih dari 22 persen pengguna narkoba merupakan kelompok generasi produktif; yaitu pelajar dan mahasiswa. Fakta ini sangat membahayakan masa depan negara.

“Kehadiran tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam forum sosialisasi ini, kami harapkan mampu menggugah kesadaran kita semua, betapa narkoba merupakam ancaman nyata bagi negara.”

Senada dengan Suharyanto, Kaur Administrasi Satres Narkoba Polres Wonosobo, Aiptu Rahmat Sujaka mengakui, keseriusan pihaknya mencegah peredaran narkoba.“Kerja sama semua pihak sangat penting. Seperti kita tahu, di Wonosobo sudah ditemukan 7 kasus, hanya dalam kurun waktu Januari sampai April 2017,” beber Rahmat.

Ia juga menyebut, peredaran narkoba saat ini bahkan telah masuk ke lingkup pelajar di desa-desa. Berbeda dengan sebelumnya, peredaran terpusat di perkotaan. Asisten Pembangunan Setda, Sumaedi, mewakili Bupati Eko Purnomo juga menyampaikan hal yang sama. “Dengan pemahaman yang baik, tokoh agama dan masyarakat akan mengetahui bagaimana ciri-ciri pengguna maupun munculnya peredaran gelap narkoba di sekitar mereka.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here