Isak Tangis Iringi Pemakaman Pratu Ibnu

363
GUGUR: Jenazah Pratu Ibnu Hidayat dimakamkan secara militer di Pemakaman Dukuh Dongko, Desa Kebonbatur, Kabupaten Demak, Kamis (18/5). (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GUGUR: Jenazah Pratu Ibnu Hidayat dimakamkan secara militer di Pemakaman Dukuh Dongko, Desa Kebonbatur, Kabupaten Demak, Kamis (18/5). (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK- Isak tangis keluarga dan ratusan warga langsung pecah begitu mobil ambulans yang membawa jenazah Pratu Ibnu Hidayat, 25, tiba di kampung halamannya Dukuh Dongko RT 06 RW 02, Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (18/5) sekitar pukul 09.20 WIB. Ibnu adalah salah satu prajurit TNI AD yang meninggal dunia akibat terkena peluru saat latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5).

Setelah disemayamkan di rumah duka, tak lama berselang jenazah Ibnu dimakamkan secara militer di pemakaman desa setempat. Pemakaman diikuti sejumlah anggota TNI dari Yonif 411 Kostrad, Kodim 0716 Demak, Yon Arhanudse 15, Korem 073, Kodam IV/Diponegoro, Denpom Semarang dan Denpom Pati.

Kakak almarhum, Serda Mastur mengatakan, keluarga mendapatkan informasi tentang meninggalnya Ibnu langsung dari Batalyon Arhanud 1 Kostrad dan Kodim 0716 Demak, Rabu (17/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Dikatakan, tidak ada firasat apapun menjelang tragedi nahas yang menimpa adik bungsunya yang sudah sudah 10 tahun bertugas di Jakarta itu. “Dua minggu sebelum ke Natuna, Almarhum minta doa kepada orang tua. Selain itu tidak ada firasat buruk sama sekali,” katanya.

Namun demikian, keluarga dapat memahami apa yang menimpa Almarhum, meskipun mengaku terpukul sekaligus bangga dengan kepergian Almarhum itu. “Dia sosok yang baik dan disiplin dan mungkin ini garis jalan terbaik untuknya. Saya pun memaklumi risiko menjadi prajuri TNI itu seperti apa,” ujar Babinsa Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak itu.

Sementara itu mertua Ibnu, Sri Hartati merasakan hal yang berbeda. Sebelum pemberangkatan, cucunya yang bernama Puput, 1,5, terus-terusan menagis tanpa sebab yang jelas. “Entah itu pertanda atau tidak, rasanya sedih sekali,” katanya.

Ibnu merupakan satu dari empat anggota TNI yang gugur akibat terkena hantaman peluru senjata penangkis serangan udara Giant Bow yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam kejadian ini, 8 prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Komandan Batalyon Arhanudse 15 Semarang Letkol Arh Novianto Firmansyah mengatakan, Almarhum merupakan salah satu prajurit terbaik TNI. “Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima, untuk hak dan segala bentuk penghargaan lainnya selanjutnya akan diproses oleh satuannya di Tangerang,” katanya. (mg28/ton)

Tinggalkan Komentar: