33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Honor Perawat, Sebulan Hanya Rp 100 Ribu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KENDAL—Para perawat honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia (FKPHI) Kendal menuntut kenaikan upah. Pasalnya, selama ini perawat honorer kurang mendapatkan perhatian. Bahkan ada yang hanya menerima honor sekitar Rp 75-200 ribu perbulan.

Demikian terungkap dalam Seminar Keperawatan Kendal yang digelar FKPHI Kendal di Pendopo Kendal, Kamis (18/5). Perawat meminta kepada Pemkab Kendal agar juga memberikan perhatian kepada perawat honorer seperti pada guru dan pegawai honorer lain yang mendapatkan tambahan honor dari Pemkab.

Ketua FKPHI Kendal Saifullah Bariklana mengatakan, jumlah perawat se-Kendal ada 1.105 orang. Sedangkan perawat honorer yang ada di Puskesmas sebanyak 169 orang. Sementara perawat honorer yang bekerja di Rumah Sakit Soewondo Kendal sebanyak 129 orang.

“Kami heran sudah bertahun-tahun nasib perawat honorer tidak berubah. Jadi terkesan, kesejahteraan perawat honorer sangat minim, padahal semangat pengabdian membantu dan merawat pasien sama besarnya dengan para perawat yang sudah berstatus PNS,” kata Saifullah.

Lebih mengerikan, menurutnya, nasib perawat honorer khususnya di puskesmas. “Seperti saya yang menjadi perawat di Puskesmas Pembantu Sukorejo hanya menerima honor Rp 100 ribu. Padahal jarak dari rumah hingga tempatnya bekerja sejauh 25 kilometer,” katanya.

Keluhan serupa dikatakan Yustina Putroyuni, perawat honorer di Puskesmas Pageruyung. Ia mengaku sudah bekerja selama 10 tahun dan hanya mendapatkan honor Rp 75-100 ribu per bulan. “Bahkan malah kami tidak mendapatkan honor,” tuturnya.

Nur Azizah, perawat Puskesmas Brangsong II berharap perawat honorer mendapatkan kesejahteraan sama seperti guru honorer. Yakni mendapatkan tambahan honor dari pemkab Kendal. “Kalau bisa sebesar Rp 1 juta saja perbulan, kami ini sudah sangat bersyukur,” tuturnya.

Menanggapi aduan perawat honorer ini, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono mengaku perbaikan kesejahteraan perawat honorer ini terganjal dengan aturan yang ada. Sejak adanya Peraturan Pemerintah (PP) 48 tahun 2016, pemerintah sudah tidak diperbolehkan mengangkat pegawai honorer.

“Solusinya adalah dengan mengubah puskesmas dan rumah sakit daerah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga, bisa mengangkat pegawai sesuai kebutuhan tanpa harus terikat peraturan dengan pemerintah,” tandasnya.

Namun demikian, ia akan memperjuangkan nasib perawat honorer. Minimal bisa meningkatkan honor yang diterima. Pemerintah dinilai mampu untuk menggaji perawat honorer ini. “Jika misalnya perawat honorer puskesmas mendapatkan honor Rp 1 juta, anggaran yang ada di Pemkab saya rasa masih bisa mencukupi. Kami usahakan di APBD Perubahan tahun ini semoga bisa,” imbuhnya. (bud/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Flyover Dremolen Dipantau

SLEMAN—Pengerjaan berbagai proyek infrastruktur mulai tol hingga flyover,  ditargetkan selesai pada H-7 Lebaran. Tujuannya, agar para pemudik bisa nyaman melakukan perjalanan. Penegasan itu disampaikan oleh...

Menanamkan Percaya Diri dengan Strategi CS

RADARSEMARANG.COM - FENOMENA yang terjadi saat ini, Peserta didik menganggap aktivitas yang mengasyikkan ketika mereka menjelajah dunia maya dan media sosial. Gempuran teknologi dan...

Revitalisasi Terminal Terboyo 2018

SEMARANG - Terminal Terboyo yang kini ditetapkan sebagai terminal penumpang angkutan jalan tipe C tipe rencananya akan direvitalisasi pada 2018 mendatang. Berdasar pantauan Jawa Pos...

Rio Sepakat Bergabung

SEMARANG – Angin bursa transfer pemain kembali berhembus di tim PSIS Semarang. Saat ini satu pemain lagi yang juga pemain lama, M Rio Saputro...

Belum Berizin, Kampoeng Rawa Disegel  

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Penutupan Kampoeng Rawa, di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berlangsung alot, Senin (16/4). Sebelum dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, mediasi...

Ari Lasso Kagumi Antusias Wong Alass Semarang

SEMARANG – Ari Lasso tampil memukau dalam konser keduanya di Entertainment Plaza (E-Plaza), Sabtu (11/11) dinihari. Solois yang terkenal dengan hits-nya Misteri Illahi, ini...