Gelar Khitanan Massal Diikuti 46 Anak

KHITAN LASER- Wakapolres Boyolali, Kompol Moch Zulfikar Iskandar SIK (kanan) saat memantau tim medis dari Ar Rijal melakukan khitan berteknologi kepada salah satu anak.
KHITAN LASER- Wakapolres Boyolali, Kompol Moch Zulfikar Iskandar SIK (kanan) saat memantau tim medis dari Ar Rijal melakukan khitan berteknologi kepada salah satu anak.

BOYOLALI-Kegiatan Khitanan Massal yang diselenggarakan Polres Boyolali bersama Djarum Foundation, Selasa (16/5) kemarin, diikuti 46 anak. Kegiatan sosial yang berlangsung di aula Bhara Merapi, Mapolres Boyolali, ini, digelar menyambut HUT Bhayangkara Ke-71.

Menurut Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi SIK MSi melalui Wakapolres Kompol Moch Zulfikar Iskandar SIK, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan public trust atau kepercayaan publik kepada kepolisian.

“Dan doa-doa daripada masyarakat, dari orang tua (anak yang mengikuti khitanan massal), dapat meningkatkan kinerja polisi. Kedepan, semakin baik Polri. Sehingga dapat lebih baik mengayomi, melindungi, masyarakat kedepannya. Baik kegiatan sehari-hari, baik dalam keamanan, hingga masyarakat kondusif, merasa aman dan nyaman,” papar Kompol Moch Zulfikar Iskandar SIK mengawali kegiatan.

Khitanan Massal bersama program CSR Bhakti Sosial Djarum Foundation tersebut, didukung klinik dan rumah sakit di Kabupaten Boyolali. Antara lain Ar Rijal dan RSUD Boyolali. Pelaksanaan khitan dilakukan sejumlah tenaga medis menggunakan teknologi laser.

“Khitan laser sudah banyak digunakan, tapi ada juga model baru pakai klem. Dibandingkan cara lain, pakai ini (laser ataupun klem) lebih praktis dan cepat kering. Kalau jahitnya muter sae (baik), 3 sampai 4 hari sudah kering. Yang harus diperhatikan adalah, setelah khitan satu hari itu jangan banyak bergerak. Untuk bagian vital jangan kena air dulu hingga 3-4 hari. Kalau pipis dilap pakai tisu kering. Secara umum makannya tidak ada pantangan,” jelas tenaga medis dari RSUD Boyolali, Danang Prasetyo Utomo.

Kelebihan Teknik khitan laser inipun diakui Dharmo Witono, warga Sucen, Kecamatan Teras, yang mengantar dua cucunya Dwi Noviyanto dan Tri Prastyo. Dua bersaudara siswa kelas IV dan III itu dilayani khitan laser. “Anaknya mau karena saat diberi informasi khitannya pakai laser,” ucap kakek 65 tahun ini dalam bahasa jawa.

Perwakilan Djaum Foundation, Arvi Oktaviandra, menguraikan, dukungan pada kegiatan ini merupakan bagian program Bhakti Sosial yang selama aktif dan rutin dijalankan. “Kami harapkan meringankan beban ekonomi masyarakat. Dengan demikian, akan turut membantu meningkatkan kesejahteraannya,” jelasnya. (fiq/ap)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here