Daya Serap Beras Lokal Rendah

407
PRODUK LOKAL: Bupati Semarang Mundjirin saat mengunjungi beberapa stan Expo Kabupaten Semarang 2017 yang digelar di Alun-alun Bung Karno, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRODUK LOKAL: Bupati Semarang Mundjirin saat mengunjungi beberapa stan Expo Kabupaten Semarang 2017 yang digelar di Alun-alun Bung Karno, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin mengakui jika daya serap beras lokal saat ini masih rendah. Rendahnya penyerapan bukan karena kualitas beras lokal yang buruk namun tingginya harga beras lokal itu sendiri.

“Sehingga Dolog belum berani mengambil beras kita, karena harganya mahal,” ujar Mundjirin saat membuka Kabupaten Semarang Expo 2017 di Alun-Alun Bung Karno Ungaran, Kamis (18/5).

Saat ini daya serap beras lokal hanya mencapai 49 ton setiap bulannnya. Padahal target Pemkab Semarang, dalam sebulan, penyerapan beras lokal bisa mencapai 100 ton.

Sehingga program Suka Bela diluncurkan guna meningkatkan daya serap masyarakat terhadap beras lokal. Di mana salah satu strateginya yaitu PNS di masing-masing instansi Kabupaten Semarang diwajibkan membeli beras lokal sebanyak 10 kilogram.

“Dan itu ternyata efektif. Meski target penyerapan masih jauh. Namun kita optimistis, ke depan daya serap beras lokal akan meningkat,” katanya.

Mundjirin juga berharap, nantinya tidak hanya beras lokal saja yang memiliki daya serap tinggi. Namun untuk komoditi yang lain seperti sayur-sayuran.

Expo Kabupaten Semarang 2017diikuti sedikitnya 112 peserta. Mereka terdiri dari 8 kementerian, 76 pelaku UMKM Kabupaten Semarang, dan beberapa dari kabupaten lain. “Ada dari Jatim, Nganjuk, Simalungun, Sulawesi. Diharapkan tercapai transaksi Rp 4 miliar dari expo ini,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabup[aten Semarang Moh Natsir.

Jika berkaca dari pengalaman tahun lalu yang hanya terealisasi Rp 3,5 miliar, menurut Natsir dikarenakan momentum pelaksanaan pameran tidak tepat. “Karena digelar setelah Lebaran, sehingga momentumnya tidak pas. Kalau ini pas, karena mau Lebaran,” katanya. (ewb/ton)

Tinggalkan Komentar: