Bupati Sleman Akan Temui Wali Kota

Soal Bentrok Oknum Suporter dan Warga

TIDAK SIMPATIK: Ratusan anggota Polres Magelang Kota mengamankan sepanjang Jalan A Yani agar tidak terjadi kericuhan saat ratusan suporter PSS Sleman melintas di wilayah Kota Magelang, Rabu (17/5). Ratusan suporter PSS Sleman beriringan menggunakan mobil dan bus menuju Jepara untuk menonton PSS Sleman melawan Persijap Jepara. (DOK HUMAS POLRES MAGELANG KOTA)
TIDAK SIMPATIK: Ratusan anggota Polres Magelang Kota mengamankan sepanjang Jalan A Yani agar tidak terjadi kericuhan saat ratusan suporter PSS Sleman melintas di wilayah Kota Magelang, Rabu (17/5). Ratusan suporter PSS Sleman beriringan menggunakan mobil dan bus menuju Jepara untuk menonton PSS Sleman melawan Persijap Jepara. (DOK HUMAS POLRES MAGELANG KOTA)

 

MAGELANG–Wali Kota Sigit Widyonindito menyayangkan terjadinya aksi tidak terpuji oknum suporter PSS Sleman yang melintas di Kota Magelang pada Rabu (17/5) lalu. Terkait kejadian tersebut, Pemkot langsung menelepon Bupati Sleman Sri Purnomo untuk menyampaikan peristiwa yang membuat takut warga Kota Sejuta Bunga.

“Saya langsung menelepon Pak Sri Purnomo dan direspons baik. Malah, beliau ingin datang ke Kota Magelang untuk membicarakan masalah tersebut dan saya siap menerima dengan senang hati,” tandas Sigit seusai mengikuti sidang paripurna istimewa DPRD Kota Magelang, Kamis (18/5) kemarin.

Menurut Sigit, ternyata Bupati Sri Purnomo menanggapi serius peristiwa tersebut. Dalam waktu dekat, klaim Sigit, Bupati Sri Purnomo akan menemuinya, dengan mengajak serta perwakilan manajemen PSS Sleman dan suporter.

Sigit juga berencana mengikutsertakan manajemen PPSM Sakti Magelang, suporter, dan masyarakat. “Harapannya, dalam pertemuan nanti, ketemu jalan keluar agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Tentu disayangkan kalau sampai terjadi bentrok antara dua kubu. Karena dampaknya akan besar bagi masyarakat, seperti warga takut berjualan, takut keluar rumah, dan ketakutan lainnya.”

Sigit mengajak para pendukung sepak bola untuk berpikir dewasa, bersikap baik, dan sportif. Berpikir juga untuk meningkatkan kemampuan dan berbuat baik untuk kesatuan NKRI; serta kemajuan sepak bola Tanah Air. “Kepada siapa sajalah, bukan hanya suporter sepak bola. Mari jaga keharmonisan, rasa persatuan, dan saling menjaga diri. Jangan disibukkan dengan hal-hal begitu (keributan, Red), karena bisa merugikan banyak pihak.”

Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang Budi Prayitno juga menyayangkan terjadinya kegaduhan di sejumlah titik di Kota Sejuta Bunga oleh ulah oknum suporter sepak bola. Budi menilai, aksi tersebut menunjukkan ketidakdewasaan berpikir dan bertindak.

“Tidak seharusnya hal itu terjadi, kalau bisa berpikir dewasa. Bagaimana olahraga sepak bola kita maju, kalau masih saja terjadi hal seperti ini. Saya juga tidak sepenuhnya menyalahkan oknum suporter PSS Sleman, karena barangkali ada oknum dari Kota Magelang juga yang salah. Ada asap tentu ada api. Kita perlu melihat akar masalahnya, sehingga persoalannya benar-benar terselesaikan,” tegas Budi.

Politisi PDI Perjuangan itu mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Budi juga meminta solusi bersama-bersama agar kejadian tersebut tidak berlarut-larut.

Suporter Nakal akan Dipidanakan

Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Hindarsono berjanji akan menindak tegas para suporter sepak bola yang terbukti berani melakukan sweeping dan membawa senjata tajam. Bahkan aparat kepolisian akan mempidanakan pelaku dari suporter yang berbuat anarkis.

“Kita humanis dan tegas. Apabila bikin masalah, khususnya di Kabupaten Magelang dan terbukti melakukan sweeping serta membawa sajam, kami tidak akan memberikan toleransi. Pelaku akan ditindak sesuai aturan,” tegas Hindarsono, Kamis (18/5).

Korps Bayangkara akan menerapkan betul sesuai aturan hukum. Jika memang perlu dipidanakan, para pelaku akan ditindak sesuai hukum pidana. Hindarsono pun tidak akan bermusyawarah terkait penyelesaian persoalan tersebut. “Karena ini perbuatan yang mengarah ke anarkis. Merugikan orang lain dan membuat ketakutan. Kegiatan seperti itu, kita tidak suka.”

Hindarsono sudah memerintahkan anggotanya, apabila menemukan suporter anarkis agar disikat. Kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Kodim 0705/Magelang terkait masalah tersebut. Suporter diminta menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Kapolres juga mengimbau kepada koordinator suporter, untuk memberi tahu anak buahnya agar jangan sampai merugikan orang lain. Koordinator suporter harus bisa menunjukkan sebagai masyarakat Indonesia yang berbudaya dan beragama, serta menjadi suporter yang baik, energik, dan sportif.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari mengaku sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait aksi suporter sepak bola. Aksi suporter yang rusuh merupakan kenakalan remaja dan tidak boleh terjadi. “Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim Sleman dan Polres Sleman, bersama-sama sadarkan masyarakat. Jangan sampai tawuran dan peristiwa ini agar tidak berlarut,” tegas Hendra. (cr3/ton/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here