33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Bersihkan Telaga Menjer Butuh 2 Pekan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO – Tanaman liar berupa enceng gondok telah memadati kawasan Telaga Menjer, Kecamatan Garung, Wonosobo. Kondisi ini menggerakkan tim SAR Kabupaten Wonosobo untuk membersihkan telaga. Karena dampak dari enceng gondok, selain membuat timbunan sampah juga memicu penyempitan lahan telaga.

Komandan Forum Potensi SAR Wonosobo Wahab Abdillah mengatakan, proses pembersihan enceng gondok tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu hari. Persebaran enceng gondok kian hari kian meluas, maka harus dibersihkan semua.

“Kami akan melakukan pembersihan secara bertahap. Kami memperkirakan membutuhkan waktu sampai dua pekan,” kata Wahab, Kamis (18/5).

Dalam aksi sosial ini, kata Wahab, pihaknya melibatkan 15 personel tim SAR tiap hari. Pembersihan dilakukan secara bertahap menggunakan perahu karet. Proses pembersihan berlangsung lama karena setelah dicabut, enceng gondok harus dievakuasi ke tepi telaga.

“Enceng gondok terus meluas, di bawah enceng gondok terdapat sampah-sampah dari sungai,” katanya.

Selain demi keindahan telaga, pembersihan ini juga terkait kegiatan tim SAR yang sering menggunakan telaga sebagai sarana melakukan pelatihan dalam evakuasi korban di dalam air. Untuk itu, ia berharap kepada pelaku wisata untuk maklum apabila tiap hari ada proses pembersihan telaga. “Telaga Menjer ini salah satu aset wisata Wonosobo yang harus dijaga kelestariannya,” katanya.

Wahab berharap kepedulian semua pihak untuk terlibat dalam mejaga kelestarian telaga. Selain membersihkan sampah, juga memastikan tidak membuang sampah di sungai sungai yang menjadi hulu Telaga Menjer.

“Dampaknya bisa berbahaya, karena bisa menyebabkan sedimentasi telaga dan bisa dangkal, maka kandungan air akan menipis, tentu keindahannya juga berkurang,” jelasnya. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Pedagang Hengkang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Enam bulan setelah diresmikan pada 8 Januari 2018 lalu, Pasar Srondol Kulon masih belum beroperasi optimal. Pasar yang difungsikan sebagai pusat...

9 Mahasiswa Malaysia Ngajar di SMK

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sembilan mahasiswa asal Universiti Teknologi Malaysia (UTM) akan praktik mengajar di SMK 6 dan SMK 4 Semarang. Mahasiswa asing tersebut  merupakan...

SMK Citra Medika Ingin Mendunia

MAGELANG – SMK Citra Medika Magelang Kota Magelang bekerjasama dengan PT JIPA (Japan Indonesia Program Akademik) dalam menyalurkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan keperawatan, sekaligus...

Berdandan Semar hingga Berkostum Peserta Piala Dunia

Berdandan Semar hingga Berkostum Peserta Piala DuniaSejumlah tempat pemungutan suara (TPS) unik mewarnai pelaksanaan pesta demokrasi Pilgub Jateng 2018 kemarin.  Keberadaan TPS unik ini...

Bank Bukopin Berhasil Tingkatkan Efisiensi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama Januari sampai April 2018, Bank Bukopin berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017....

12 Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menerima 12 mahasiswa  luar negeri yang akan belajar bahasa Indonesia di Salatiga, Senin (25/6).  Para mahasiswa...