Akan Kaji Ulang Parkir di Pecinan

351
BUTUH SOLUSI: Kondisi parkir di Jalan Pemuda kawasan Pecinan Kota Magelang yang sering menimbulkan kemacetan, terutama di jam-jam sibuk dan hari libur. (DOK RADAR KEDU)
BUTUH SOLUSI: Kondisi parkir di Jalan Pemuda kawasan Pecinan Kota Magelang yang sering menimbulkan kemacetan, terutama di jam-jam sibuk dan hari libur. (DOK RADAR KEDU)

MAGELANG–Kawasan Jalan Pemuda (Pecinan) Kota Magelang, sudah semakin padat oleh kendaraan, baik roda dua maupun empat. Bahkan, kepadatan tersebut, pada jam-jam dan hari libur, menyebabkan kemacetan. Terkait hal itu, DPRD akan berupaya mengkaji permasalahan parkir.

“Sudah saatnya ada solusi tepat untuk mengurangi kepadatan di Pecinan. Kalau masalah parkir, mungkin tidak bisa diotak-atik. Maka, kami beri saran agar dibuat rekayasa lalu lintas,” kata Ketua Pansus IV DPRD Kota Magelang sekaligus Ketua Komisi C, Budi Prayitno, usai sidang paripurna DPRD Kota Magelang, Kamis (18/5) kemarin.

Masalah parkir, menurut Budi, butuh kajian yang mendalam. Apalagi jika melihat bahwa keterbatasan lahan, menjadi kendala utamanya. Budi mencontohkan, parkir di kawasan Alun-Alun depan Trio Plasa, sudah bagus karena terletak di dalam dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Mungkin bisa juga digunakan sistem parkir elektronik di tempat tersebut dan menjadi percontohan. Sedangkan untuk kawasan Pecinan Jalan Pemuda, bisa dikaji pengaturan parkir di tempat tertentu atau bisa dibuat kebijakan masing-masing toko parkir ke dalam.” Selain masalah parkir, menurut Budi, kepadatan di kawasan Pecinan karena banyaknya jalur/pintu masuk ditambah volume kendaraan yang juga banyak.

“Pemkot Magelang, terutama Forum Lalu Lintas Kota Magelang dituntut mampu mengurangi kepadatan lalu lintas tersebut. Saya pikir hal itu penting untuk segera dibenahi.”

Budi menyarankan untuk meminimalisasi kendaraan masuk ke Jalan Pemuda. Salah satunya, dengan menutup kran dari Jalan Padjajaran (samping Toko Buku Jaya). Budi merinci, kendaraan yang hendak ke Jalan Pemuda melalui Jalan Padjajaran dialihkan ke Jalan Pajang melalui Jalan Jenggolo. Sebab, menurut Budi, setidaknya ada lima jalur masuk ke Jalan Pemuda. Yaitu, Jalan A. Yani, Jalan Pajang, Jalan Majapahit, Jalan Kalingga, dan Jalan Padjajaran. Sementara jalur keluar ada tiga: Majapahit, Daha, dan Jalan Kalingga.

Wali Kota Sigit Widyonindito mengatakan, permasalahan kepadatan dan parkir di kawasan Pecinan Jalan Pemuda sudah menjadi perhatian pihaknya. “Karena memang kawasan Pecinan pusat ekonomi. Keterbatasan lahan menjadi sebuah kendala. Tidak hanya jalan, masalah parkir juga perlu kita kaji dan pikirkan bersama agar tidak semrawut.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here