6 Orang Disandera, Gasak Rp 150 Juta

Bank Jateng Dirampok

170
TERTUTUP: Proses olah TKP oleh pihak Polres Semarang dilakukan secara tertutup. Tak satu pun orang diperbolehkan masuk ke Kantor Bank Jateng Cabang Tarubudaya. Terlihat beberapa polisi melakukan penjagaan ketat di pintu masuk kantor, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTUTUP: Proses olah TKP oleh pihak Polres Semarang dilakukan secara tertutup. Tak satu pun orang diperbolehkan masuk ke Kantor Bank Jateng Cabang Tarubudaya. Terlihat beberapa polisi melakukan penjagaan ketat di pintu masuk kantor, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pelaku aksi perampokan di Kantor Bank Jateng kompleks perkantoran Tarubudaya, Kabupaten Semarang, Kamis (18/5) kemarin, tergolong profesional. Pelaku yang diduga berjumlah empat orang berhasil melumpuhkan enam orang yang ada di dalam kantor tersebut.

Hanya dalam waktu 5 menit, mereka berhasil menggasak uang kas Bank Jateng senilai Rp 150 juta. Aksi perampokan sendiri diperkirakan terjadi pada pukul 13.20 WIB. Dari keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, aksi perampokan diketahui setelah beberapa pegawai Bank Jateng yang disekap menggedor-gedor sekat pembatas ruangan.

Kebetulan kantor Bank Jateng Cabang Tarubudaya tersebut bersebelahan dengan kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng. Sekat antarkantor yang hanya berupa kalsiboard membuat suara gedor-gedor tersebut terdengar PNS yang berada di dinas tersebut.

”Saat itu saya kebetulan mendengar langsung saat ada orang gedor-gedor dari ruang sebelah (kantor Bank Jateng). Lalu banyak orang berlarian keluar mencari sumber suara ternyata dari dalam kantor Bank Jateng,” kata Eko Susilo, 41, salah satu saksi mata.

Saat hendak dibuka, terlihat pintu kantor Bank Jateng terkunci dari luar. ”Setelah kita buka ternyata usai dirampok,” katanya.

Saksi melihat ada enam orang tersekap di dalam ruang tersebut. Mereka adalah seorang satpam Bank Jateng, tiga PNS (nasabah), dan dua pegawai bank. ”Tangan mereka diikat dan mulut ditutup menggunakan lakban. Mereka terlihat shock,” ujarnya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas Polres Semarang datang dan  melakukan olah TKP lebih dari dua jam.

Olah TKP dilakukan secara tertutup. Tak satu orang pun diperbolehkan masuk kecuali dari pihak Bank Jateng dan kepolisian. Beberapa awak media hanya bisa menunggu di depan pintu Kantor Bank Jateng.

Enam korban penyanderaan langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian menggunakan mobil Avanza hitam. Dari hasil olah TKP juga ditemukan sebuah airsoft gun laras pendek yang diduga milik pelaku tertinggal di lokasi kejadian.

Saat ditemui usai olah TKP, Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari pihak Bank Jateng bahwa telah terjadi perampokan pada pukul 13.55.

Kapolres juga membenarkan jika enam orang disandera saat perampokan berlangsung. ”Dalam hal ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang diduga berjumlah 4 orang dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU dan satu sepeda motor lagi yang belum kita ketahui mereknya,” kata Kapolres.

Selain berhasil menggasak uang sebesar Rp 150 juta, pelaku juga melucuti beberapa perhiasan dan jam tangan milik para sandera. ”Korban posisinya diikat oleh pelaku dengan kabel dan lakban. Tidak ada yang dilukai,” katanya.

Selain itu, pelaku juga mengambil DVR CCTV kantor Bank Jateng tersebut. Untuk melakukan penyelidikan, pihaknya akan menggunakan rekaman CCTV lain yaitu CCTV induk yang ada di depan kantor Tarubudaya.

”Empat orang (pelaku) langsung masuk ke kantor kas kemudian melakukan penyekapan dengan mematikan lampu. Kami dari Polres Semarang akan melakukan penyelidikan dan mengupayakan menangkap pelaku,” ujarnya.

Dijelaskan Thirdy, saat melakukan aksi terduga keempat pelaku menggunakan jaket serta menggunakan helm. ”Aksi diperkirakan hanya 5 menit. Saat ini kantor Bank Jateng Tarubudaya kita tutup sementara sampai besok,” ujarnya.

Saat itu juga Kapolres Semarang langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan razia kendaraan di semua pintu masuk Kabupaten Semarang. ”Itu untuk mempersempit ruang gerak pelaku,” kata kapolres sembari menambahkan, kejadian perampokan bank seperti ini merupakan kali pertama terjadi di Kabupaten Semarang. (ewb/zal/ce1)

Tinggalkan Komentar: