WTC Juara Umum Taekwondo USM Cup

902
ANIMO TINGGI: Invitasi Taekwondo USM Cup III akhir pekan lalu, diikuti lebih dari seribu atlet taekwondo dari Jateng serta lima provinsi lain. (IST)
ANIMO TINGGI: Invitasi Taekwondo USM Cup III akhir pekan lalu, diikuti lebih dari seribu atlet taekwondo dari Jateng serta lima provinsi lain. (IST)

SEMARANG – Dojang Taekwondo WTC Semarang berhasil meraih prestasi terbaik dalam Invitasi Taekwondo USM Cup III, yang berlangsung akhir pekan lalu di Gelora USM, Semarang. Dojang DnS menjadi runner up disusul Dojang Halilintar di tempat ketiga.

Sementara Rico  Satrio Pradana dari Dojang Maunggal Jati serta Andienny Dwi Putri Maharani dari Kabupaten Temanggung sukses meraih gelar atlet terbaik untuk kategori Kyorugie. Tampil sebagai pemain terbaik nomor Poomsae untuk putri diraih Ursula Tanesha Lula CW dari Tim Pengkot TI Semarang sedangkan Poomsae putra disabet Satria Fajar Maulana dari SBI Klipang, Semarang.

Invitasi USM Cup III tahun 2017 diikuti oleh sebanyak 458 atlet dari kelas prestasi. Di antaranya dari Pelatda Taekwondo DIY,  PPLP DIY,  PPLPD Kabupaten Kendal,  PPLOP Jateng,  PPLM UNJ Jakarta,  UNY Jogjakarta,  Upgris,  dan berbagai klub atau dojang di Jateng. USM sebagai tuan rumah, sendiri berhasil menyabet 4 medali  emas kyorugie,  1 emas poomsae.

Ketua Panitia, Master Bambang Wijanarko mengatakan, kejuaraan yang diselenggarakan dua hari ini  menggunakan tiga lapangan dengan sistem PSS (protector scoring System)  dan DSS (digital scoring System). “Ini dirasakan atlet real time, artinya dengan lama pertandingan 3 ronde setiap di mana ronde 1,5 menit ini menambah pengalaman para atlet, sebab selama ini jarang atlet  berkesempatan menggunakan alat dengan system PSS tersebut. Padahal untuk semua pertandingan internasional, sudah menggunakan alat tersebut,” tegasnya.

Master Bambang mengatakan, ke depan kejuaran USM Cup  yang ke IV akan lebih besar lagi, di mana pihaknya akan mengundang peserta lebih dari tujuh provinsi. “Untuk kejuaraan USM Cup III ini, banyak pelatih puas dengan kualitas dengan penyelenggaraannya, karena para wasitnya hati-hati dan cermat memberikan penilaian,” tandasnya.

Untuk para atlet, mantan pelatih timnas taekwondo Indonesia ini mengatakan, berharap para pelatih lebih memperhatikan kondisi fisik atlet. “Ini sekadar evaluasi bagi atlet untuk ke depan lebih menyiapkan secara matang khususnya aspek fisik, bila akan mengikuti kejuaraan dengan skala yang besar,” jelasnya. (smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here