UPK PNPM Salurkan Dana Sosial Rp 1,2 M

696
REBUTAN: Ratusan Warga Sukolinan berebut pakaian pantas pakai dalam Bazar UPK PNPM Pedesaan se-Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REBUTAN: Ratusan Warga Sukolinan berebut pakaian pantas pakai dalam Bazar UPK PNPM Pedesaan se-Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ratusan warga Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon, menyerbu bazar yang digelar PNPM Pedeseaan. Selain bazar juga disalurkan dana sosial dan dana alokasi desa (DAD).

Dalam bazar berbagai pakaian pantas pakai dan baru dijual dengan harga murah. Yakni Rp 5.000 per potong. Selain itu bazar juga menjual paket sembako seharga Rp 67 ribu. Berisikan beras, minyak goreng dan gula pasir yang harganya dibawah harga pasaran.

Warga rela berdesakan dan berebut pakaian murah ini untuk dipakai saat Lebaran mendatang. Pakaian murah ini membantu warga yang tidak bisa membeli pakaian di toko-toko maupun mall yang harganya relatif mahal. “Pakaian yang dijual di bazar ini masih terlihat baru sehingga warga antusias membelinya,” kata Iskak, 48, warga Sukolilan.

Forkom UPK Kabupaten Kendal, Komaridin yang menggagas kegiatan ini mengatakan bazar pakaian pantas pakai ini diselenggarakan bersamaan dengan launching dana sosial dan dana alokasi desa se Kabupaten Kendal. Dana sosial yang disalurkan sebanyak Rp 1,2 miliar, untuk warga penerima manfaat dari program PNPM Pendesaan.

Penyaluran dana sosial dibagi dalam dua kategori. Yakni sebesar Rp 861.029.000 untuk disalurkan dalam bentuk uang kepada 3.904 penerima. Sedangkan untuk Alokasi Dana Desa total sebesar Rp 397.941.000 disalurkan dalam pembinaan kelompok dan pembangunan infrastruktur dna fasiltas umum.

“UPK ini meneruskan program PNPM Mandiri Perdesaan di 16 kecamatan yang mengelola Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di masyarakat. Masing-masing UPK wajib mengeluarkan 15 persen dari keuntungan untuk DS  dan ADD ini,” tandasnya. Dana sosial disalurkan dalam bentuk paket sembako, alat sekolah, pembuatan jamban,  instalasi listrik, dan bedah rumah

Ketua Forum Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kab Kendal Muhamad Iswanto mengatakan, simpan pinjam yang dikelola UPK di Kabupaten Kendal  sudah menikmati keuntungan yang cukup besar dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 3, 4 persen.

“UPK ini meneruskan program PNPM Mandiri Perdesaan dengan pinjaman   bagi keluarga rentan miskin yang harus digunakan untuk usaha dan bermodalkan kepercayaan pada masyarakat, ” ujarnya.

Kepala Dipermaspemdes Kabupaten Kendal Subaedi berharap program UPK bisa mengentaskan kemiskinan melalui usaha yang dijalankan tiap kelompok. Selain itu,  dia ingin agar pelestarian dan pengembangan aset UPK ini terus ditingkatkan tiap tahunya.  “Launching dana sosial ini merupakan bentuk transparansi dana yang dikeloa UPK, selain itu,  kami juga meminta agar tiap UPK melapirkan dana simpan pinjam dan aset tiap bulan agar bisa dimonitor, ” harapnya. (bud/zal)

Tinggalkan Komentar: