Sejumlah Toko Tutup, Warga Waswas

Ulah Oknum Suporter Bola

481
TIDAK SIMPATIK: Ratusan anggota Polres Magelang Kota mengamankan sepanjang Jalan A Yani agar tidak terjadi kericuhan saat ratusan suporter PSS Sleman melintas di wilayah Kota Magelang, Rabu (17/5). Ratusan suporter PSS Sleman beriringan menggunakan mobil dan bus menuju Jepara untuk menonton PSS Sleman melawan Persijap Jepara. (DOK HUMAS POLRES MAGELANG KOTA)
TIDAK SIMPATIK: Ratusan anggota Polres Magelang Kota mengamankan sepanjang Jalan A Yani agar tidak terjadi kericuhan saat ratusan suporter PSS Sleman melintas di wilayah Kota Magelang, Rabu (17/5). Ratusan suporter PSS Sleman beriringan menggunakan mobil dan bus menuju Jepara untuk menonton PSS Sleman melawan Persijap Jepara. (DOK HUMAS POLRES MAGELANG KOTA)

MAGELANG—Ratusan suporter PSS Sleman yang melintas di sepanjang jalan di wilayah Kota Magelang, Rabu (17/5) kemarin, dikawal ketat petugas Polres Magelang Kota. Ada sekitar 400 polisi yang diterjunkan. Para suporter itu dalam perjalanan menuju Jepara untuk menyaksikan pertandingan antara PSS Sleman melawan Persijap.

Penjagaan ketat dilakukan menyusul situasi memanas antara sejumlah warga Karanggading Kota Magelang dengan sejumlah oknum suporter, beberapa hari lalu.

Namun, versi lain menyebut, oknum suporter berbuat ricuh, lantaran mendapatkan perlakuan tidak simpatik dari oknum warga Magelang yang diduga melempari bus yang mereka tumpangi. Merasa terteror dengan ulah oknum warga, suporter berusaha membalas. Mereka lantas turun dari bus, berjalan kaki, mencari oknum warga yang melempari bus mereka dengan pentungan kayu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu, rombongan suporter PSS Sleman berkelompok dan beriringan menumpang puluhan mobil dan bus. Sejak dari Kabupaten Magelang, tepatnya Muntilan hingga persimpangan Mal Artos, personel kepolisian dari Polres Magelang telah bersiaga mengamankan iring-iringan.

Memasuki wilayah hukum Polres Magelang Kota—yaitu Jalan Soekarno-Hatta hingga persimpangan Canguk—oknum suporter mulai berulah. Mereka turun dari bus, membawa pentungan kayu. Polisi yang berjaga, langsung menghalau agar suporter naik kembali ke atas bus. Toh, oknum suporter kembali berulah ketika memasuki wilayah Wates hingga Kebonpolo. Lagi-lagi, mereka turun dari bus, mendatangi beberapa warga yang berjualan dan sedang berada di pinggir jalan.

Seorang warga di Kebonpolo yang enggan disebutkan namanya mengatakan, suasana saat itu cukup ramai. “Polisi sudah menyuruh orang-orang itu agar naik ke bus, tapi pada ndak mau. Saya juga takut barangkali rusuh. Saya pedagang kecil, mbok kasihan. Rame-rame buat apa toh?” ucapnya, lirih.

Aksi jalan kaki ratusan suporter berlanjut hingga ke Jalan Ahmad Yani. Ratusan suporter kembali mendatangi beberapa warga yang berada di pinggir jalan. Sejumlah pemilik toko yang merasa terteror, bergegas menutup toko mereka. Suasana mencekam.

Manager Suzuki Sumber Baru Mobil, Bambang, saat dihubungi membenarkan bahwa massa suporter sempat berhenti di depan gerai Suzuki. “Kami bersyukur, kepolisian sigap mengamankan di depan Suzuki,” kata Bambang.

Anggota Polres Magelang Kota, Yulia HS, mengatakan, massa suporter sempat memasuki depan minimarket Alfamart di Jalan A. Yani, karena ada beberapa warga. “Suporter ada yang membawa pentungan dan sebagainya. Kami sigap dengan meminta warga agar masuk ke minimarket untuk keamanan.”

Terpisah, Kapolres Magelang Kota, AKBP Hari Purnomo SH SIK, saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya menerjunkan 400 personel dari unsur Polri dan TNI. “Saat suporter turun dari bus, berhasil kami halau, sehingga tidak sempat terjadi keributan.”

Hari menyayangkan suporter PSS Sleman turun dari bus dan membuat ricuh suasana. “Kami akan menyampaikan ke korlap mereka, agar tidak terjadi hal demikian. Pengamanan akan tetap berlangsung hingga dini hari nanti (tadi malam).”

Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol (Inf) Hendra Purwanasari menambahkan, pihaknya siap mem-back up kepolisian. “Kami akan mengerahkan 3 SST, yaitu 1 SST mobile di sepanjang jalur, 1 SST on call di Makodim.” Back up lainnya, tujuh Koramil menyiagakan seluruh kekuatan. Antara lain, Koramil Secang, Koramil Magelang Utara, Magelang Tengah, Magelang Selatan, Mertoyudan, Mungkid, Muntilan, dan Koramil Salam. “Untuk senjata hanya tongkat/pentungan, disiapkan sampai rombongan suporter melintas dan lepas dari wilayah Magelang.”

Di tempat lain, manajemen PPSM Sakti Magelang meminta pihak kepolisian agar menindak tegas oknum suporter maupun warga yang memicu amarah kedua belah pihak. “Kami meminta kepada pihak kepolisian agar langsung menangkap saja, baik itu suporter atau oknum warga Kota Magelang yang membuat ricuh atau berpotensi membuat keributan. Ini penting agar tidak memicu permasalahan lain,” kata Manajer PPSM Sakti Magelang, H. Sallafudin. (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here