Sajikan Drama Ruwat Rambut Gembel

463
TRADISI: Pentas ruwat rambut gembel yang biasa digelar di dataran tinggi Dieng dipertunjukkan dalam Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (17/5). (IST)
TRADISI: Pentas ruwat rambut gembel yang biasa digelar di dataran tinggi Dieng dipertunjukkan dalam Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (17/5). (IST)

PURWOREJO—Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Wonosobo unjuk kebolehan di panggung Festival Pertunjukan Rakyat Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (17/5).

Sejumlah seniman pentas mempertontonkan prosesi ritual ruwat rambut gembel yang dikemas dalam bentuk drama musikal, diiringi tarian Lengger khas Wonosobo.

Tim FK Metra di bawah koordinasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo, diakui Kepala Bidang IKP, Bambang Sutejo, mampu menampilkan pertunjukan yang menghibur. Sekaligus, mengedukasi..

“Mengingat persiapannya cukup singkat, bisa tampil seperti tadi sudah sangat luar biasa, patut diapresiasi seniman kita,” kata Bambang saat ditemui di kantor Dinas Kominfo. Padahal, selama pertunjukan, FK Metra dituntut untuk mampu menampilkan kesenian tradisional yang menghibur. Sekaligus, menyosialisaikan program Jateng Gayeng Mboten Korupsi Mboten Ngapusi.

Tatag Taufani, pengurus FK Metra Kabupaten Wonosobo menuturkan, panitia mewajibkan pentas harus memenuhi unsur edukasi dan sosialisasi beberapa program unggulan Jawa Tengah. “Di situlah letak tantangan terberat, menyinkronkan antara kesenian khas Wonosobo, dengan ajakan agar masyarakat mengedepankan sifat jujur dan menghindari korupsi.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here