Poster Anti Pancasila Gemparkan Undip

192
PROVOKATIF: Ketua DPRD Kota Semarang menunjukkan poster anti Pancasila yang dipasang di kampus FISIP Undip. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROVOKATIF: Ketua DPRD Kota Semarang menunjukkan poster anti Pancasila yang dipasang di kampus FISIP Undip. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Poster dan spanduk bergambar Garuda Pancasila dengan tulisan ”Garuda Ku Kafir” menggemparkan Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Rabu (17/5). Belum diketahui pelaku penyebaran poster penghinaan terhadap lambang negara tersebut. Hingga kemarin, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelakunya.

Selain tulisan ”Garuda Ku Kafir,” di bagian bawah tertulis ”Depan Gedung A FISIP UNDIP 20 Mei 2017 Pukul 15.30 WIB”. Ada empat poster dan satu spanduk  yang dipasang. Masing-masing di kantin kampus, perpustakaan dan majalah dinding fakultas tersebut sejak Selasa (16/5) sekitar pukul 16.00.

Kemarin, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, sempat datang ke FISIP Undip untuk melakukan pengecekan poster. Ia mengaku mengetahui beredarnya poster anti Pancasila  tersebut dari media sosial. Namun sampai di FISIP Undip, ternyata poster tersebut sudah dilepas oleh pihak kampus dan diserahkan ke Mapolsek Tembalang.

”Saat saya tanyakan ke pihak fakultas, ternyata sudah dilepas. Salah satu poster masih berada di dekanat, dan lainnya sudah diserahkan ke Polsek Tembalang,” kata Supriyadi, Rabu (17/5).

Menurut Supriyadi, poster tersebut dinilai sangat mencederai lambang dan arti Pancasila. Poster itu juga sangat meresahkan. Sebab, gambar dan tulisan yang ada merupakan ajakan untuk anti Pancasila dan mengancam kedaulatan NKRI.

Informasi koran ini menyebutkan, sebelum kejadian tersebut, satpam fakultas tersebut mendapati dua orang mahasiswa yang datang kepadanya untuk meminta izin memasang poster, Selasa (16/5) sekitar pukul 10.00. Namun entah kenapa mereka tidak jadi untuk memasang poster tersebut.

Kepala UPT Humas Undip, Nuswantoro Dwiwarno mengaku telah mencopot poster yang sebelumnya tertempel di sejumlah lokasi di FISIP tersebut pada Selasa (16/5) malam. Pihaknya juga mengaku tidak tahu siapa pelaku yang menempel poster tersebut. ”Sudah kita lepas (poster). Belum tahu apakah ada rencana kegiatan yang akan dilakukan 20 Mei mendatang. Karena kegiatan itu belum ada izin,” ungkapnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, merespons adanya temuan poster bernada provokatif tersebut. ”Ini tidak hanya isu lokal, tapi nasional. Kasus ini harus segera dituntaskan dan pelaku yang memprovokasi bisa segera ditangkap,” kata Hendi. (mha/amu/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: