Polisi Belum Tetapkan Tersangka

502

MUNGKID – Polres Magelang masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus pariwisata PO Subur Jaya yang membawa rombongan siswa kelas XII SMK Panca Karya Sentul Bogor, Selasa (16/5) lalu di Jalan Raya Magelang-Salatiga. Hingga kemarin, kepolisian belum menetapkan tersangka.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Posisi bus berada di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang. Kami memeriksa penyebab pasti, apakah karena sistem pengereman atau unsur lain,” jelas Hindarsono.

Hasil penyelidikan Dishub akan menjadi salah satu pertimbangan polisi untuk menetapkan tersangka. “Sebab bisa jadi unsur kelalaian ada di pemilik bus atau pengemudi,” tandas Hindarsono.

Namun yang pasti, pasal 310 Undang-undang No 2 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disiapkan menjerat tersangka. Pasal yang digunakan karena adanya kelalaian mengakibatkan kematian.

Kasatlantas Polres Magelang AKP Didi Dewantara mengatakan, sejumlah saksi sudah diperiksa oleh petugas kepolisian. “Untuk saksi korban sudah enam yang dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui detail terkait kecelakaan rombongan studi tour SMK Panca Karya, Bogor,” tandas Didi.

Saat ini supir bus belum bisa dimintai keterangan karena masih belum fit. “Untuk bus belum bisa dilakukan pemeriksaan karena masih dalam perbaikan supaya bisa dihidupkan untuk mengetahui kondisi sistem pengereman. Jika memang dalam pemeriksaan nanti terbukti ada kelalaian, maka sopir bus bisa dikenakan jeratan hukum,” tegas Didi.

Seperti diberitakan sebelumnya, bus pariwisata PO Subur Jaya dengan nopol K 1619 DM yang dikemudikan Heryana, 38, warga Ciamis, terguling setelah menabrak bus, warung serta bengkel di Jalan Raya Magelang-Salatiga Dusun Jengkol Desa Losari Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Selasa (16/5) pagi. Akibat kecelakaan tersebut, 3 siswa tewas, puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Sementara kemarin, sekitar 36 korban yang hanya mengalami luka ringan sudah pulang ke rumah masing-masing. Karena para siswa masih trauma naik bus karena kecelakaan maut ini, mereka pulang menggunakan angkutan kereta api.

Guru SMK Panca Karya Sentul, Hendi Ramadhan mengatakan, rombongan siswa beserta guru naik kereta dan turun di Stasiun Gambir Jakarta. Dari Stasiun Gambir, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bogor menggunakan mobil travel. “Dari stasiun Gambir baru dijemput pakai mobil sama pihak travel, soalnya anak-anak masih takut kalau dari Magelang balik lagi ke Bogor pakai bus lagi,” jelas Hendi, Rabu (17/5).

Hingga kemarin masih ada 3 siswa dan 1 guru yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Magelang. “Sebagian siswa dan guru masih ada yang di sana (Magelang, red), karena mereka masih menunggu empat orang yang saat ini masih dirawat,” jelasnya. (cr3/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here