Pantang Anggap Enteng

Malam Ini, PSIS vs PPSM Sakti

321
M. Ridwan. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
M. Ridwan. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – PSIS Semarang akan melakoni matchday kelima mereka di ajang Liga 2 musim 2017 dengan menjamu tim PPSM Sakti Magelang di Stadion Jatidiri Semarang Kamis (18/5) malam ini. Di atas kertas, tim berjuluk Mahesa Jenar ini seharusnya bisa mengamankan tiga poin atas PPSM mengingat saat ini tim berjuluk Laskar Macan Tidar baru bisa mengoleksi empat poin dari empat laga yang telah dilakoni.

Terakhir, skuad asuhan coach Siswanto itu bermain imbang 0-0 saat menjamu Persipon Pontianak, Sabtu (13/5) lalu. Rony ’Grandong’ dkk saat ini masih menghuni zona degradasi, yakni peringkat keenam klasemen sementara Grup 4.

”Namun kami tidak boleh menganggap enteng siapapun lawan yang akan dihadapi. Karena tim-tim lawan biasanya memiliki motivasi berlipat ketika menghadapi PSIS. Makanya kami harus tetap fight untuk mengamankan poin kandang,” terang Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Raihan tiga poin memang cukup penting bagi M. Ridwan dkk untuk kembali mengambil alih capolista Grup 4 yang saat ini dihuni Persis Solo. Baik PSIS maupun Persis sama-sama mengoleksi 10 poin, hanya saja Persis unggul dalam jumlah selisih gol.

”Selain butuh menang, kami juga butuh gol. Dan di empat pertandingan kemarin meski belum pernah kalah kami belum bisa mencetak banyak gol, padahal peluang juga cukup banyak. Makanya yang penting tim harus tetap fokus untuk bisa meraih hasil maksimal di setiap pertandingan,” sambung Agung.

Head coach Mahesa Jenar, Subangkit ditemui terpisah mengatakan, bakal sedikit melakukan rotasi di lini penggempur PSIS. Bomber Johan Yoga kemungkinan akan diistirahatkan lantaran masih dalam pemulihan cedera.
Meski masih tetap menggunakan skema 4-2-3-1, Subangkit memberi sinyal menurunkan Erik Dwi sebagai lone striker. Erik juga mampu tampil bagus ketika mencetak gol penyeimbang PSIS ketika bermain imbang 1-1 lawan PSIR.

”Di lini tengah kami juga masih memiliki pilihan pemain yang bisa turun starter seperti Tegar Infantrie dan Juni Riyadi. Yang jelas akan ada rotasi, kami juga perlu me-refresh starting line-up karena tim-tim lawan sudah banyak mengetahui kekuatan kami,” beber Subangkit.

Di lini belakang, belum kembalinya Haudi Abdillah yang masih dalam pemulihan cedera membuat Subangkit akan kembali menjatuhkan pilihan ke M. Tegar Pribadi yang akan berduet dengan Rio Saputro di center bek.

”Haudi sebenarnya sudah membaik, namun saya tidak mau gambling dengan terburu-buru menurunkannya. Di posisi sayap juga masih ada Yogi Ardianto yang siap main,” sambung pelatih asal Pasuruan ini.

Subangkit juga bakal menginstruksikan tim asuhannya untuk langsung tampil agresif sejak kickoff. ”Persoalan kami di empat pertandingan kemarin masih di jumlah gol yang tercipta. Mudah-mudahan lawan PPSM sudah bisa terpecahkan,” katanya.

Di kubu tim tamu, head coach PPSM, Siswanto mengaku timnya akan melakoni laga berat malam ini. PSIS, kata Siswanto, memiliki materi pemain serta persiapan yang lebih bagus dibanding timnya saat ini. ”Tapi di Grup 4 ini menurut saya tidak ada tim yang istimewa secara permainan. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin, target kami tetap harus bisa mencuri poin atas PSIS meski berat,” ujar Siswanto.

Pria yang akrab disapa Siswanto ”Kancil” ini mengaku masih banyak pekerjaan rumah untuk membangkitkan lagi rentetan kemenangan Laskar Macan Tidar. Dia menilai, kepercayaan diri dan kondisi fisik anak asuhnya, menjadi persoalan. ”Tetapi kami siap memberikan perlawanan sengit kepada tim tuan rumah PSIS Semarang. Kami menjanjikan permainan agresif dan menyerang, kita siapkan strategi khusus,” katanya.

Siswanto optimistis, pemain PPSM sudah melupakan hasil buruk di awal putaran pertama Liga 2 Indonesia. Seperti diketahui, PPSM telah melakoni 4 laga, dengan satu kemenangan, dua kali kekalahan, dan sekali hasil imbang. Kini, Macan Tidar bertengger di posisi 6 klasemen sementara grup 4 Liga 2.

”Saya instruksikan kepada para pemain agar tidak takut. PSIS memang lebih difavoritkan. Tetapi kita punya semangat untuk menang. Menyerang adalah strategi kita, sekaligus juga bertahan dengan baik,” ujarnya.

Terlebih lagi, ia sedikit tahu tentang permainan Laskar Mahesa Jenar. Para pemain diminta mewaspadai sejumlah pemain yang memiliki kecepatan. Utamanya, di barisan penyerang. Termasuk, mewaspadai mantan pemain timnas, M. Ridwan, yang masih menunjukkan performa baik.

”Kombinasi PSIS jauh lebih bagus, di antaranya para penyerang dan pemain tengahnya. Kita sudah berlatih untuk mampu meredam aksi mereka. Jangan terlena ketika asyik menyerang, pertahanan lemah. Kami perkirakan, mereka bakal menyerang habis-habisan agar bisa menang.”

Eks pemain timnas era 1995 itu yakin mampu meredam aksi anak-anak asuhan pelatih Subangkit. Dari beberapa tayangan yang sudah ditontonnya, ia melihat ada celah di tim tuan rumah yang bisa dimanfaatkan timnya.

”Pertandingan terakhir, mereka bisa ditahan imbang PSIR Rembang. Kualitas antara PSIR Rembang dan kita hampir sama, sehingga peluang kita mencuri poin di laga tandang terbuka, meski mereka bertanding di depan pendukungnya sendiri,” tutur Siswanto.

Dalam beberapa sesi latihan, Siswanto memberikan menu pemantapan strategi menyerang, bertahan, dan transisi dari menyerang ke bertahan. Para pemain juga diinstruksikan untuk tidak takut mem-pressing lawan. ”Tidak lupa juga, untuk tidak mudah melakukan pelanggaran. Terutama di area dekat kotak penalti atau bahkan di dalamnya, karena bisa membahayakan gawang.”

Di laga kelima ini, pelatih berusia 51 tahun itu masih menerapkan skema permainan yang sama: 4-3-2-1. Yakni, dengan menempatkan Taryono sebagai striker dan Qori sebagai second striker. Di belakangnya, ada Ganang, Wildan, Reza, Eko, Fatah, dan Patrick yang siap menyuplai bola ke depan.

”Hampir tidak ada perubahan. Kami masih mengandalkan para pemain yang ada, dan siap membuat kejutan di kandang PSIS. Terutama pelajaran saat melawan Persipon lalu, kami sudah instruksikan supaya bek sayap sering melakukan overlapping.”

Manajer PPSM Sakti Magelang, H Sallafudin SE, mengatakan, instruksi manajemen menginginkan tim, paling tidak bisa mencuri poin. ”Kami minta kepada seluruh pemain agar tampil atraktif. Minimal seri sudah bagus, karena lawan kita di atas kualitasnya.” (bas/cr3/isk/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here