Genjot Pajak lewat E-PBB dan E-Parkir

250
TAAT PAJAK: Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana memberikan apresiasi kepada pihak Djarum yang diwakili M. Sholeh. Perusahaan rokok ini selalu tepat waktu dalam pembayaran pajak dengan nominal Rp 1 miliar. (DOKUMENTASI BAPENDA)
TAAT PAJAK: Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana memberikan apresiasi kepada pihak Djarum yang diwakili M. Sholeh. Perusahaan rokok ini selalu tepat waktu dalam pembayaran pajak dengan nominal Rp 1 miliar. (DOKUMENTASI BAPENDA)

SEMARANG Sebagai salah satu kota yang menjadi percontohan smart city di Indonesia, Pemkot Semarang terus memperkuat eksistensi dengan menerapkan berbagai inovasi pelayanan publik. Yang terbaru, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) meluncurkan layanan E-PBB (www.e-pbb.bapenda.semarangkota.go.id) dan E-Parkir. Peluncuran bertepatan dengan Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di hall balai kota, Rabu (17/5).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, melalui inovasi ini masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan penyetoran pajak, sehingga pendapatan pajak di Kota Semarang dapat meningkat berkali-kali lipat.

”Inovasi ini (E-PBB) untuk memudahkan wajib pajak (WP) karena pembayaran bisa diakses di mana saja melalui android atau smartphone. Masyarakat juga dapat mengetahui apakah data pembayaran PBB miliknya sudah benar atau belum,” jelas wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Hendi menilai, kedua aplikasi tersebut sebagai terobosan dalam percepatan dan perbaikan pelayanan pajak bagi wajib pajak. Akan ada banyak manfaat yang dirasakan dengan aplikasi ini, yang tentu juga akan berimbas pada percepatan pembangunan di Kota Semarang.

”Yang tak kalah penting adalah perlunya mengubah mindset warga masyarakat bahwa pajak bukanlah beban melainkan harus dilakukan untuk percepatan pembangunan. Kalau dianggap beban, maka akan terasa berat,” imbuh wali kota.

Menanggapi adanya keluhan kenaikan PBB pada 2017 ini, wali kota meyakinkan bahwa angka tersebut masih relatif rendah mengingat NJOP yang digunakan masih sangat njomplang dari harga pasar yang seharusnya. ”Pendapatan sektor pajak di Kota Semarang pun masih jauh dari kota besar lain seperti Kota Surabaya dan Bandung,” tegasnya.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana, menjelaskan, target PBB tahun ini sebesar Rp 330 miliar atau naik 36,43 persen dari target tahun lalu sebesar Rp 241 miliar. Pada pekan panutan ini sejumlah pejabat di lingkungan pemkot maupun pengusaha melakukan pembayaran langsung, seperti wali kota, wakil wali kota, sekda, pengusaha, jajaran kepala OPD, dan pegawai Pemkot Semarang. ”Pembayaran langsung oleh wali kota, pejabat, maupun pengusaha ini, sebagai contoh kesadaran dan kepatuhan terhadap pembayaran pajak. Karena semua ini juga untuk pembangunan Kota Semarang,” terang Yudi Mardiana.

Tercatat, hingga 12 Mei 2017, telah dibukukan penerimaan PBB sebesar Rp 78.3 miliar atau 23,92 persen dari target sebesar Rp 330 miliar. Capaian ini meningkat dari capaian 2016, di mana pada tanggal yang sama baru dibukukan penerimaan sebesar 18,12 persen dari target Rp 241 miliar. ”Melalui E-PBB ini kami optimistis target tersebut dapat terlampaui,” tegas Yudi.

Adanya pekan panutan ini diharapkan dapat memberikan contoh wajib pajak untuk melakukan pembayaran di awal waktu sebelum jatuh tempo pada 31 Agustus mendatang. Pemkot Semarang juga menyediakan hadiah utama berupa 1 unit rumah kepada wajib pajak yang membayar sebelum jatuh tempo.

”Tahun lalu hadiah utamanya mobil, tapi sekarang hadiahnya rumah. Bahkan untuk pajak ditanggung oleh Pemkot Semarang. Beda dengan dulu, pajak masih ditanggung pemenang,” ujar Yudi sembari menambahkan, dalam pekan panutan PBB kemarin, pihaknya mengapresiasi dua perusahaan yang telah membayar pajak tepat waktu dengan nilai terbesar, yakni pihak Paragon dengan nilai pajak Rp 2 miliar dan Djarum Rp 1 miliar.

Selain E-PBB, pihaknya juga me-launching E-Parkir. Diharapkan dengan sistem tersebut, pendapatan pajak parkir meningkat 4 kali lipat. Hal ini dikarenakan melalui sistem E-Parkir, pajak dapat dimonitor secara realtime setiap harinya.

Dari total 70 bantuan alat E-Parkir dari Bank Jateng, sebanyak 66 mesin taping box dan e-tax parkir sudah mulai dioperasikan di total 22 titik lokasi parkir seperti rumah sakit, mal dan menyusul di bandara, stasiun serta kantong-kantong parkir lainnya baik itu off street maupun on street. ”Dengan adanya sistem E-Parkir ini, diharapkan adanya peningkatan penerimaan dan menurunnya kebocoran retribusi pajak parkir,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: