Culik dan Peras Residivis

979
INTEROGASI : Para pelaku penculikan saat dimintai keterangan oleh Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono di depan ruang Satreskrim Polres Batang, pada Rabu (17/5). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
INTEROGASI : Para pelaku penculikan saat dimintai keterangan oleh Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono di depan ruang Satreskrim Polres Batang, pada Rabu (17/5). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Polres Batang berhasil menangkap enam pelaku tindak kejahatan penculikan disertai kekerasan yang terjadi pada Minggu (2/4) lalu di Desa Pasusukan, Kecamatan Bawang. Kejahatan tersebut dilakukan dan didalangi oleh perangkat desa di wilayah Kecamatan Bawang, dengan korban Yul, 32, seorang residivis pelaku perampokan di Jakarta.

“Kami berhasil, menangkap enam orang pelaku tindak pidana penculikan yang disertai pemerasan yang dilakukan oleh delapan orang. Pelaku yang ditangkap, yaitu TR, MK, J, KS,  NH, NK, A dan H. Dimana aktor intelektualnya seorang Pamong desa di wilayah Kecamatan Bawang yang bernama TR yang dibantu oleh tujuh rekannya,” jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, Rabu (17/5).

Diungkapkan, dari hasil penyelidikan kepada para pelaku, tindak kejahatan tersebut direncanakan di Alun–alun Limpung pada Sabtu 1 April 2017 sekitar jam 23.00 WIB. Tiga jam kemudian minggu dini hari pada 2 April jam 01.00 mereka beraksi. Mereka membagi tim menjadi dua, tim pertama naik mobil untuk mengecek rumah korban milik Mut ibu korban Yul. Setelah situasi aman, 3 orang pelaku mengetok pintu rumah korban yang dibuka oleh ibu korban. Mereka mengaku sebagai anggota Buser Polda Metro Jaya.

Tersangka masuk rumah dan melakukan aksinya menuju kamar korban Yul dan langsung ditodong Pistol. Panik, Yul dan ibunya tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian Yul, dibawa ke mobil dengan diikat tangannya dan ditutup matanya serta mulutnya dilakban. Kemudian  dibawa ke Brebes untuk bermalam di penginapan.

Keesokan harinya korban dibawa kembali ke Batang menuju ke rumah makan di wilayah Kecamatan Gringsing, yang selanjutnya tersangka menelepon keluarga korban untuk meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

“Awalnya keluarga korban dimintai uang tebusan Rp 500 juta untuk dibarter dengan anaknya, namun keluarga korban menawar hingga terjadi kesepakatan uang tebusan menjadi Rp 300 juta,” kata Kapolres.

Tidak terima dengan pemerasan tersebut, keluarga korban melaporkan ke Polsek Bawang yang kemudian Polsek Bawang melapor ke Polres Batang. Dari hasil laporan dilakukan penelusuran dan olah TKP  (Tempat Kejadian Perkara). Dari ingatan korban di sebuah penginapan, anggota langsung menuju tempat penginapan yang dimaksud. Dan benar, ada KTP tersangka yang ditinggal.

“Dari penelusuran, kami temukan KTP salah satu tersangka, dari satu orang kita bisa menangkap enam tersangka lain. Namun masih ada dua yang masih DPO,” lanjutnya.

Dari hasil pengumpulan barang bukti, tim Satreskrim baru bisa mengamankan sekitar total Rp 150 juta, yang berupa uang tunai, perhiasan dan sepeda motor. Atas kejahatan tersebut tersangka, dikenakan pasal 328 dan 368 jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun dan 9 tahun penjara.

Pengakuan, salah satu tersangka TR alias Teguh, sutradara kejahatan tersebut, ide melakukan aksi penculikan dan pemerasan berasal dari dua pelaku yang kabur.

Dari pengakuan keenam tersangka, mereka mengaku kapok melakukan kejahatan tersebut. Baru pertama berbuat, langsung ditangkap. Mereka juga sudah siap menanggung perbuatan yang dilakukan. (han/ric)

Tinggalkan Komentar: