Bupati Motivasi Sekolah Terpencil

Hilangkan Dikotomi Pendidikan Kabupaten Pekalongan

779

KAJEN – Pemkab Pekalongan ingin menghilangkan dikotomi pendidikan atau perbedaan pelayanan pendidikan antara daerah bawah atau perkotaan yang ada di Kecamatan Wiradesa, Bojong, Kedungwuni, Kajen, Tirto, Siwalan dan Wonoringgo, dengan daerah atas pegunungan seperti Kecamatan Petungkriono, Lebakbarang, Paninggaran, Doro dan Kandangserang. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, secara kontinyu dan berkelanjutan memantau pelayanan pendidikan di daerah atas tersebut.

Bahkan untuk memastikan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah dasar berjalan dengan baik, Rabu (17/5) Asip Kholbihi, bersama dengan tim Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, menginap di Desa Simego, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Yakni salah satu SD terpencil yang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 2460 mdpl.

Bukan itu saja, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pekalongan, Hj. Munafah Asip Kholbihi turut memantau proses pembelajaran PAUD yang ada di Desa Simego, Kecamatan Petungkriono. Hj. Munafah juga sempat mengajar di PAUD Melati Simego untuk memastikan proses belajar mengajar anak sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan untuk menghilangkan dikotomi pendidikan daerah atas dan bawah, Pemda akan menyediakan akomodasi untuk para pengajar atau pendidik. Karena sebagian besar pengajar adalah guru yang berasal dari daerah bawah atau perkotaan. Dengan disediakannya akomodasi untuk pendidik yang layak, dan para pengajar bisa membawa keluarganya. Sehingga para pengajar bisa fokus mengajar di daerah atas atau tempatnya bekerja.

Bupati juga akan mewajibkan semua siswa yang lulus Sekolah Dasar di daerah atas, untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMP dan SMA.

Hal itu dilakukan untuk menekan angka urbanisasi di daerah atas. Karena selama ini pemuda usia sekolah SMP dan SMA. Banyak yang bekerja di luar kota bahkan menjadi Tenaga Kerja di luar negeri, tanpa skill yang mumpuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here