33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Bupati Motivasi Sekolah Terpencil

Hilangkan Dikotomi Pendidikan Kabupaten Pekalongan

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

KAJEN – Pemkab Pekalongan ingin menghilangkan dikotomi pendidikan atau perbedaan pelayanan pendidikan antara daerah bawah atau perkotaan yang ada di Kecamatan Wiradesa, Bojong, Kedungwuni, Kajen, Tirto, Siwalan dan Wonoringgo, dengan daerah atas pegunungan seperti Kecamatan Petungkriono, Lebakbarang, Paninggaran, Doro dan Kandangserang. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, secara kontinyu dan berkelanjutan memantau pelayanan pendidikan di daerah atas tersebut.

Bahkan untuk memastikan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah dasar berjalan dengan baik, Rabu (17/5) Asip Kholbihi, bersama dengan tim Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, menginap di Desa Simego, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Yakni salah satu SD terpencil yang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 2460 mdpl.

Bukan itu saja, Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pekalongan, Hj. Munafah Asip Kholbihi turut memantau proses pembelajaran PAUD yang ada di Desa Simego, Kecamatan Petungkriono. Hj. Munafah juga sempat mengajar di PAUD Melati Simego untuk memastikan proses belajar mengajar anak sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan untuk menghilangkan dikotomi pendidikan daerah atas dan bawah, Pemda akan menyediakan akomodasi untuk para pengajar atau pendidik. Karena sebagian besar pengajar adalah guru yang berasal dari daerah bawah atau perkotaan. Dengan disediakannya akomodasi untuk pendidik yang layak, dan para pengajar bisa membawa keluarganya. Sehingga para pengajar bisa fokus mengajar di daerah atas atau tempatnya bekerja.

Bupati juga akan mewajibkan semua siswa yang lulus Sekolah Dasar di daerah atas, untuk melanjutkan pendidikan tingkat SMP dan SMA.

Hal itu dilakukan untuk menekan angka urbanisasi di daerah atas. Karena selama ini pemuda usia sekolah SMP dan SMA. Banyak yang bekerja di luar kota bahkan menjadi Tenaga Kerja di luar negeri, tanpa skill yang mumpuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Rumah Dinas Lurah-Camat di Kota Semarang Nganggur

RADARSEMARANG.COM - Banyak rumah dinas (rumdin) lurah dan camat di Kota Semarang yang dibangun menggunakan APBD Kota Semarang dan rutin mendapatkan biaya perawatan, kini...

Hidup di Asrama Rentan TB

MAGELANG–Tinggal di asrama maupun pondok dengan beragam latarbelakang penghuni   di dalamnya, berisiko pada penularan penyakit. Salah satunya, penyakit paru-paru alias tuberculosis (TB). Mengantisipasi hal...

955.940 Rastra Didistribusikan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebanyak 955.940 bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) mulai didistribusikan. Pengiriman rastra dilepas langsung oleh Bupati Demak HM Natsir dan Wabup...

Kontraktor Jembatan Sendang Didenda Rp 226 Juta

UNGARAN–Pemkab Semarang menjatuhkan sanksi berupa denda Rp 226 juta kepada rekanan penggarap pembangunan Jembatan Sendang di Kecamatan Bringin. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas...

 Jalan Pantura Kendal Makin Parah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Belum lama diperaiki, jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) Kendal, rusak lagi. Bahkan kerusakan cukup parah. Pantauan di lapangan, lubang jalan terpantau mulai dari Kaliwungu,...

Pengajian Haul Masyayikh dan Haflah ke 6

RADARSEMARANG.COM - Pengajian Umum dalam Rangka Haul Masyayikh dan Haflah ke-6 Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang, akan dilaksanakan pada 13 Mei 2018, pukul...