FOTO BERSAMA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat foto bersama dengan para nara sumber dan penyelenggara acara lokarya, di aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/5) kemarin. (IST)
FOTO BERSAMA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat foto bersama dengan para nara sumber dan penyelenggara acara lokarya, di aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/5) kemarin. (IST)

GUNA menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyelenggarakan Lokakarya Inovasi Peran Kecamatan dalam Menyelamatkan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir, di aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/5) kemarin.

Lokakarya ini bertujuan menegaskan peran dan kehadiran kecamatan dalam pelayanan dasar di wilayahnya, terutama untuk penduduk miskin dan rentan. Selain itu, untuk memberikan pengayaan bagi peserta kompetisi Inovasi Kecamatan Tahun 2017 dengan tema Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir. Selain itu, Desiminasi Kreteria Penilaian dan Tahapan Kompetisi Inovasi Kecamatan Tahun 2017.

Lebih dari 100 peserta hadir dalam lokarkarya Inovasi Peran Kecamatan dalam Menyelamatkan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir. Peserta terdiri atas camat dan kepala Puskesmas se- Kabupaten Pekalongan. Adapun narasumbernya meliputi Kasubdit Kecamatan Bina Adm Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Ketua Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) Indonesia, dan Camat Sempu, Kabupaten Banyuwangi–Jawa Timur.

Para narasumber menyampaikan tema yang lebih spesifik yakni Memulai Pelayanan dari Kecamatan (Dukungan Pemerintah Pusat untuk pengembangan Inovasi Pelayanan Publik di kecamatan), Kebijakan Provinsi JawaTengah dalam Penurunan AKI dan AKB dan Peran Strategis Kecamatan, Praktek Baik Upaya Penyelamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Indonesia (Best Practice dari Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak – Indonesia). Sedangkan tema Pemburu Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumilristi) disampaikan oleh Camat Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.