Tanah Urug PLTU Tercukupi dan Melimpah

1922
SESUAI TARGET : Untuk mencukupi kebutuhan galian gol C, hingga kini proyek PLTU Batang masih mencukupinya dengan hasil pemotongan bukit di sekitar lokasi proyek. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
SESUAI TARGET : Untuk mencukupi kebutuhan galian gol C, hingga kini proyek PLTU Batang masih mencukupinya dengan hasil pemotongan bukit di sekitar lokasi proyek. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1.000 MW di Ujungnegoro Batang masih menggunakan tanah urug dari Galian C di dalam lokasi proyek sendiri. Jadi belum menggunakan tanah urug dari luar proyek.

Hal tersebut ditegaskan Pj Bupati Batang Siswo Laksono yang didampingi Asisten Pemerintahan Retno Dwi Irianto, Asisten Pembangunan Wondy Ruki, Kepala Kesbangpol, Kabag Pemerintahan dan Kabag Humas Setda Batang saat mengunjungi lokasi Power Blok Pembangunan PLTU 2x1000MW Ujung Negara, pada Senin (15/5) kemarin.

“Kedatangan kami, untuk mengecek progres pembangunan PLTU Batang yang ternyata sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pengembang,” kata Siswo Laksono.

Hal tersebut dilakukan, sekaligus menanggapi banyaknya usulan penggunaan jasa pengusaha lokal dalam pemenuhan kebutuhan material galian C. Siswo menegaskan bahwa fakta di lapangan, pembangunan PLTU masih menggunakan tanah urugan dari lokasinya sendiri dan belum mengambil tanah urugan dari luar lokasi proyek. “Terkait usulan penggunaan tanah urug dari pengusaha di Batang, kami sudah melihat sendiri pembangunan PLTU masih menggunakan tanahnya sendiri saat ini,” ujarnya.

Akan tetapi, imbuhnya, jikalau ke depan kurang, tetap berharap agar jangan mengambil galian C dari luar, tapi mengambil yang ada di Batang. Kendati begitu, tetap dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, terutama hanya bisa dipenuhi oleh pengusaha yang berizin.

Disebutkan Siswo, di Kabupaten Batang baru ada 4 pengusaha galian c yang berizin resmi. Namun dirinya tidak mengungkap, siapa saja pengusaha galian C resmi tersebut.

Sementara General Manager External Relations PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), Ary Wibowo mengatakan bahwa pihaknya tetap akan memberikan kesempatan yang sama terhadap potensi sumber daya yang ada di Batang. Terkait dengan galian C dari pengusaha lokal, dirinya sependapat dengan Pj Bupati Batang, bahwa harus sesuai dengan perizinan dan kelengkapan dokumen.

“Terkait masalah pasokan galian C, saya juga setuju dengan Pj Bupati Batang, bahwa ke depan tetap akan dibutuhkan. Namun semua harus legal sesuai dengan arahan bupati,” katanya.

Dari data yang diperoleh di lapangan, material tanah urug untuk proyek pembangunan PLTU memang bisa dipenuhi dari pemangkasan lingkungan sekitar. “Cukup memotong bukit, dengan volume sekitar lima juta kubik tanah, sudah lebih dari cukup untuk mengurug semua lokasi proyek,” katanya. (han/ida)