Soal Dibuat oleh Daerah, Dinas Klaim Tak Bocor

777
BERDOA SEBELUM KERJAKAN US: Siswa SD Muhammadiyah 1 Alternatif (SD Mutual) Kota Magelang sedang berdoa sebelum melakukan ujian sekolah (US) pada hari pertama dengan mapel Bahasa Indonesia, Senin (15/5) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
BERDOA SEBELUM KERJAKAN US: Siswa SD Muhammadiyah 1 Alternatif (SD Mutual) Kota Magelang sedang berdoa sebelum melakukan ujian sekolah (US) pada hari pertama dengan mapel Bahasa Indonesia, Senin (15/5) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG-Pengawas ujian sekolah tingkat SD/MI dilarang membawa handphone selama mengawasi jalannya ujian sekolah yang dimulai pada Senin (15/5) kemarin. Tujuannya, untuk menjaga konsentrasi pengawas, sekaligus mencegah kebocoran jawaban ujian.

“Kami melarang pengawas ujian membawa handphone ke dalam ruang ujian. Ini penting agar tugas pengawas lebih fokus mengawasi. Juga mengantisipasi kebocoran ​jawaban ujian, meski hingga saat ini Alhamdulillah tidak ada permasalahan tersebut,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, Taufik Nurbakin didampingi Kabid Dikdas, Agus Sujito, Senin (15/5) kemarin.

Agus Sujito menjelaskan, pelaksanaan ujian sekolah tingkat SD/MI berbeda, dengan tahun sebelumnya. “Tahun lalu, naskah dicetak oleh provinsi. Tahun ini, naskah ujian digandakan oleh masing-masing daerah. Untuk bobot soal ujian komposisinya masih sama, 25 persen soal dari pusat. Sedangkan 75 persen dari provinsi yang dibuat oleh tim dari masing-masing daerah.”

Meski soal digandakan masing-masing daerah, Agus menjamin tidak ada kebocoran ujian. “Kami jamin, karena dijaga oleh kepolisian dengan sistem shif. Untuk ruang penyimpanan naskah, dengan tiga gembok berbeda. Sedangkan lembar jawaban, juga langsung kami amankan di posko ujian. Kami jamin keamanannya.”

Pelaksanaan hari pertama mapel Bahasa Indonesia, Agus mengklaim berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti. Sayangnya, untuk peserta yang tidak mengikuti ujian pada hari pertama, Agus mengaku belum mendapatkan rekap data keseluruhan. “Misal ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena sakit atau hal lainnya, dimohon ada surat keterangan agar bisa mengikuti ujian susulan pada 22-24 Mei.”

Agus merinci data peserta ujian SD/MI di Kota Magelang. Jumlahnya, 2.422 peserta dari 75 SD negeri/swasta. Juga dua Madrasah Ibtidaiyah dengan 155 ruang; dan 310 pengawas silang. “Per ruang ada dua pengawas ujian. Pelaksanaan ujian sekolah juga bersamaan dengan pelaksanaan ujian untuk SLB dan Kejar Paket A.” Agus menambahkan, ujian sekolah, bukan mutlak penentu kelulusan. “Penentu kelulusan adalah masing-masing tiap satuan pendidikan.”

Terpisah, Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Mustaqim, mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah berjalan lancar dan tidak ada kendala. “Siswa masuk semua, Alhamdulillah. Karena tahun kemarin, siswa kami ada satu yang tidak bisa mengikuti ujian dan akhirnya mengikuti ujian susulan karena sakit. Peserta SD Mutual paling banyak se-Kota Magelang, yaitu 122 siswa dengan 7 ruang ujian.” (cr3/isk)