SD NU MASTER : Bupati Banyumas Achmad Husein meresmikan beroperasinya SD NU Masithoh Terpadu (Master) di Jalan Krida Mandala, Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Banyumas. (IST)
SD NU MASTER : Bupati Banyumas Achmad Husein meresmikan beroperasinya SD NU Masithoh Terpadu (Master) di Jalan Krida Mandala, Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Banyumas. (IST)

BANYUMAS–Bupati Banyumas Achmad Husein, Sabtu lalu meresmikan SD NU Masithoh Terpadu (Master) di Jalan Krida Mandala, Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Banyumas.

H Trisno Hartowo, seorang pengusaha gethuk goreng yang menjadi salah satu pendiri sekolah tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya tertantang mendirikan sekolah unggulan yang berbeda dengan lembaga pendidikan yang ada sekarang. “Kami merekrut 6 orang guru yang terpilih dan mereka sudah mengikuti proses pemagangan di SD Nasima Semarang,” katanya.

Bangunan kelas seluas 700 m2 dibuat tiga lantai sehingga saat ini tersedia 18 ruang kelas. Masing-masing dilengkapi dengan AC dan peralatan IT. “Alhamdulillah begitu dibuka, kami menerima 60 murid angkatan pertama,” kata Trisno.

Yang menarik, tiap-tiap ruang kelas diberi nama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama lengkap dengan foto dan sejarahnya seperti KH Hasyim Asyári, KH Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Cholil Bangkalan Madura dan lain-lain.

Sementara itu, upacara peresmian berlangsung meriah ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng oleh bupati dan festival Drumband murid TK se-Kabupaten Banyumas. Sehingga yang hadir tidak hanya pejabat, para ulama dan kiai, sekaligus para orang tua yang mengantarkan anak-anaknya mengikuti festival drum band.

Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Maarif Agus Sofwan Hadi mendukung upaya H Trisno Hartowo dan para ulama di Sokaraja yang berani mendirikan lembaga pendidikan berkualitas berbasis Islam Ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyyah. “Lembaga pendidikan berkualitas ini sebagai jawaban membentuk karakter bangsa yang cinta NKRI sejak dini. Sebab di luar sana ada ormas yang mendidik karakter anak-anak dengan ideologi di luar Pancasila,” katanya. Dia mengajak untuk terus menanamkan cinta tanah dan menjaga keutuhan NKRI sebagai warisan para suhada dan pahlawan. (*/ida)