Sahabat Kembali Runner Up

937
BELU BERUNTUNG: Skuad Sahabat Wisma Sehati Semarang bersama Ketua PP Perbasi Danny Kosasih, Sabtu (13/5) malam lalu di GOR Kertajaya, Semarang. (IST)
BELU BERUNTUNG: Skuad Sahabat Wisma Sehati Semarang bersama Ketua PP Perbasi Danny Kosasih, Sabtu (13/5) malam lalu di GOR Kertajaya, Semarang. (IST)

SEMARANG – Impian tim basket putri Sahabat Wisma Sehati Semarang untuk menjadi yang terbaik di kompetisi basket wanita Tanah Air kembali pupus.  Sahabat akhirnya harus puas kembali meraih posisi kedua di Kompetisi Basket Putri Indonesia 2017. Yuni Anggraeni dkk menyerah 54-64 atas Surabaya Fever dalam final yang berlangsung di GOR Kertajaya Surabaya, Sabtu (13/5) malam.

Dengan hasil ini, Surabaya Fever yang merupakan juara bertahan WIBL 2016 tersebut tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan yang mereka pegang sejak tahun 2015. Selain itu hasil ini jadi kali ketiga bagi Fever memenangi semua pertandingan hingga menggapai gelar juara.

Di tahun ini, permorma Fever memang luar biasa dan selalu jadi yang terbaik di setiap seri. Dimulai sejak Seri 1 di Bali, Seri 2 Pontianak, Seri 3 Semarang, hingga babak Final Four dan Final yang berlangsung di Surabaya. Bintang Fever Gabriel Sophia tampil impresif dengan mencetak double-double (14 poin dan 12 rebound). Hasil tersebut juga turut mengantarkan Gabriel Sophia menyabet gelar Most Valuable Player (MVP).

Fever dan Sahabat memulai laga dengan sengit. Mereka sama-sama mencetak 20 poin di kuarter pertama. Kondisi tersebut membuat Fever sedikit khawatir, karena Sahabat berhasil menghujani keranjang Fever dengan tembakan jarak jauh. Namun Fever segera bangkit dan berbalik unggul 45-26 di kuarter kedua.

Di kuarter ketiga dan keempat, Sahabat kembali memberikan perlawanan. Namun tangguhnya pertahanan Fever, membuat Sahabat frustasi. Mereka hanya bisa mencetak poin melalui Natasha Debby Christaline yang menyelesaikan laga dengan catatan 30 poin. Sementara itu Yuni Anggraeni yang bertugas menyerang ke paint area Fever malah bermain kurang bagus. Yuni hanya menghasilkan 5 poin, namun dia mengumpulkan 14 rebound. “Selalu seperti ini di awal, kami bisa mengimbangi. Tapi di kuarter kedua, Fever mulai bangkit dan kami gagal membendung mereka,” ucap kepala pelatih Sahabat, Xaverius Wiwid.

Pada perebutan tempat ketiga, Merpati Bali mengalahkan Merah Putih Predators dengan skor telak 67-49. Namun, kemenangan ini tak diraih dengan mudah. Bahkan, Merpati Bali sempat tertinggal 17-18 pada kuarter pertama. Namun, pasukan Bambang Asdianto Pribadi bangkit pada kuarter kedua dan membalikkan keadaan dengan unggul 34-26.

Selepas pertengahan pertandingan, Merpati Bali tak membiarkan Merah Putih Predators untuk bangkit. Pada kuarter ketiga, Ranie Palma dkk kian menjauh. Mereka menutup kuarter ini dengan keunggulan 51-32. Pada kuarter terakhir, Merpati Bali mampu menambah 16 poin hingga akhirnya runner up WIBL 2016 itu dengan kemenangan 67-49. (bas/smu)