33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Potensi Bisnis Syariah Potensial

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Potensi pasar syariah di Jawa Tengah dinilai cukup besar. Sejumlah perusahaan jasa pelayanan keuangan pun mulai menggaet pasar ini, seperti perbankan, investasi dan asuransi.

Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro mengatakan, mayoritas penduduk Jawa Tengah merupakan muslim. Hal ini merupakan pasar potensial untuk produk-produk syariah, termasuk juga investasi.

Salah satunya produk reksadana Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI) yang diluncurkan pada bulan ini. Yaitu reks dana pertama di Indonesia yang membagikan deviden bagi para investornya.  “Namun meski potensi pasar cukup besar, masih ada kendala besar. Yaitu pemahaman masyarakat soal bisnis syariah,” terangnya, kemarin.

Produk terbaru ini ditawarkan dengan minimum pembelian awal mulai Rp 10 ribu. Dengan harapan bisa menyentuh para investor baru yang kali pertama akan menginvestasikan dananya di sektor ini. “Sejauh ini investor terbanyak dari kalangan keluarga muda, mahasiswa, pegawai hingga pensiunan. Edukasi dan sosialisasi terkait investasi juga terus kami lakukan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat dan memperluas segmentasi,” ujarnya.

Sementara PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menilai sektor perdagangan masih cukup potensial untuk pembiayaan. Tahun ini sektor tersebut diperkirakan dapat berkontribusi hingga 50 persen dari total pembiayaan.

Pemimpin Cabang BSB Semarang, Imam Pamuji mengatakan, pembiayaan tahun ini ditargetkan tumbuh 20 persen dari total pembiayaan tahun lalu yang sebesar Rp 85 miliar. Lima sektor utama dibidik untuk mencapai target tersebut. Yaitu perdagangan, pendidikan, kesehatan, kontraktor dan supplier atau pengadaan. “Permintaan dari lima sektor tersebut masih cukup tinggi, khususnya perdagangan yang tahun lalu mengambil porsi separuh dari total pembiayaan,” jelasnya, kemarin.

Pertumbuhan pembiayaan, lanjutnya, juga diimbangi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang naik cukup signifikan. Hingga akhir Maret lalu saja, DPK tumbuh 120 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Beberapa faktor menjadi pendorong pertumbuhan tersebut. Di antaranya, ditunjuknya BSB sebagai bank persepsi, kemudian adanya kerjasama dengan kementerian keuangan dalam mengelola pembayaran gaji ke Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun TNI/POLRI.

Head of Corporate Secretary PT. Bank Syariah Bukopin, Evi Yulia K menambahkan, beberapa program yang digelar juga mampu menggenjot jumlah DPK dan nasabah. Di antaranya program Simpanan Pelajar (SimPel) iB dengan beberapa sekolah serta Tabungan iB SiAga Rencana Umroh. (dna/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perda RTRW dan LP2B Tak Sinkron

Kerap ditemukan perbedaan zona antara Perda LP2B dan Perda RTRW. Hal itu mengakibatkan kerancuan dalam hal perizinan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Diah Aning Budiarti RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pemkab...

Penyertaan Modal BUMD, Pengelolaan Barang Daerah dan RTRW

DPRD Kabupaten Magelang membentuk tiga Pansus pada akhir 2017 ini. Pansus akan membahas tiga Raperda yang diajukan oleh Pemkab Magelang. TIGA Raperda yang dimaksud, di...

Liburan Tidak Harus Berwisata, lalu Seperti Apa?

RADARSEMARANG.COM - BETAPA tidak mudah bagi sebagian siswa ketika harus menuliskan pengalaman liburan. Sebagian siswa yang selalu libur di rumah dan bermain di seputaran...

TPS Berjumlah 386 Buah

SALATIGA - Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Salatiga 2017 bertambah dibandingkan saat pelaksanaan pemilu terakhir....

Muhammadiyah Tolak Intoleransi

MAGELANG - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan organisasi otonom Kemuhammadiyahan melakukan taaruf ke Mapolres Magelang Kota, Selasa (24/1)...

Tim Temukan Nugget Kedaluwarsa

TEMANGGUNG- Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Polres Temanggung, kemarin, melanjutkan inspeksi mendadak (sidak). Kali ini, menyasar kejumlah toko modern. Sidak dimpimpin...