BUKTI KEBRUTALAN PELAKU: Seorang pemuda warga Karanggading RT 01 RW II Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, menunjukkan kaca jendela depan yang diduga dirusak oleh oknum suporter asal Sleman, Senin (15/5) dini hari. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
BUKTI KEBRUTALAN PELAKU: Seorang pemuda warga Karanggading RT 01 RW II Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, menunjukkan kaca jendela depan yang diduga dirusak oleh oknum suporter asal Sleman, Senin (15/5) dini hari. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG—Ratusan oknum suporter yang diduga berasal dari Sleman, DIY, diduga kuat merusak rumah warga di Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Senin (15/5) dini hari. Mereka merangsek masuk ke perkampungan serta mengancam warga Karanggading.

Salah satu warga yang dikejar dan dipukul adalah Eko, 35, warga RT01 RW II Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan. Eko mengaku saat itu sedang duduk-duduk di depan gang bersama empat temannya. “Saya melihat konvoi motor dan mobil suporter, berteriak-teriak, sambil mengayunkan besi dan pentungan. Saya langsung dikejar dan terkena pukulan di tangan,” kata Eko. Eko bercerita, saat dikejar, ia berteriak minta tolong ke arah pojok Pasar Rejowinangun. “Saya terkena sabetan kayu di tangan saat lari.”

Adik Eko, Herman, 33, yang saat itu tengah tidur di ruang depan mengaku kaget. Ia terbangun karena mendengar ribut-ribut di luar. “Saat saya buka jendela, sabetan besi langsung melayang dan memecahkan kaca depan rumah. Saya tidak berani keluar, karena banyak sekali suporter membawa senjata tajam pedang, kayu, dan besi sambil berteriak-teriak menyuruh warga keluar,” kata Eko.

Ketua RT 01 RW II Karanggading, Khumaidi A, juga mengakui mendengar ribut-ribut. Ia naik ke lantai dua rumahnya agar leluasa melihat banyaknya oknum suporter beratribut PSS Sleman, membawa pentungan dan senjata.

“Mereka meneriakkan agar warga keluar dan mengajak berkelahi. Mereka juga melempari rumah warga dengan batu bata dan memukul-mukul rumah warga. Banyak warga yang tidak berani keluar, karena takut jadi sasaran.”

Khumaidi menyampaikan, warga Karanggading tidak menyangka ada serangan dari oknum suporter dan merangsek masuk ke perkampungan. “Warga tidak siap karena kondisi malam. Semisal warga siap, bentrokan bisa lebih besar dan saya takutkan para perusuh itu bisa dibalas lebih oleh warga.”

Informasi yang diperoleh Khumaidi, oknum suporter PSS Sleman usai menonton pertandingan melawan Persibat Batang. Mereka diduga melakukan perusakan sepanjang jalan mulai dari Secang. “Kami selaku perangkat sudah mengimbau agar warga tenang dan tidak terpancing.”

Terpisah, Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum memiliki data lengkap. Esti enggan memberikan konfirmasi. (cr3/isk)