Manjakan Mata di Curug Sibedug

1952
CURI PERHATIAN : Keindahan Curug Sibedug di Desa Kayupuring Pegunungan Petungkriyono
CURI PERHATIAN : Keindahan Curug Sibedug di Desa Kayupuring Pegunungan Petungkriyono

PEKALONGAN-Destinasi yang satu ini terbilang masih baru di Pakalongan. Posisinya yang berada di pinggir jalan membuat air terjun ini disebut sebagai pintu gerbang ekowisata di pegunungan Petungkriyono.

Pegunungan Petungkriyono berada di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Panorama alam yang disajikan benar-benar luar biasa. Sangat indah tentunya. Namanya Curug Sibedug. Curug ini terletak persis ditepi jalan menuju Kecamatan Petungkriyono. Posisi tepatnya di Desa Kayupuring.

Akses menuju Curug Sibedug cukup mudah. Dari kota Pekalongan kita bisa naik bus jurusan Doro. Turun di Terminal Pasar Doro. Perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Petungkriyono dengan naik angkutan pegunungan pariwisata yang biasa disebut masyarakat setempat Anggun Paris.

Angkutan pedesaan bak terbuka ini akan mengantarkan Anda menyusuri jalan yang berkelok-kelok dengan keindahan hutan pegunungan Petungkriyono. Dari pasar Doro, perjalanan menuju Curug Sibedug ditempuh kurang lebih 30 menit.

SINGGAH : Banyak yang mampir di Curug Sibedug sebelum melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Petungkriyono.
SINGGAH : Banyak yang mampir di Curug Sibedug sebelum melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Petungkriyono.

Meski tak sebesar Curug Bajing dan Curug Muncar, banyak yang mampir disini sambil mengabadikan keindahan Curug Sibedug sebelum melanjutkan perjalanan ke kecamatan Petungkriyono.

Selain karena lokasinya mudah, pemandangan di sini juga tidak kalah dengan tempat yang lain. Sangat memanjakan mata.

TEMPAT POPULER : Curug Sibedug Petungkriyono Pekalongan ini menjadi tempat populer untuk mampir beristirahat sejenak
TEMPAT POPULER : Curug Sibedug Petungkriyono Pekalongan ini menjadi tempat populer untuk mampir beristirahat sejenak

Bagi pengunjung yang melintas, Curug Sibedug Petungkriyono Pekalongan ini menjadi tempat populer untuk mampir beristirahat sejenak. Tersedia juga sejumlah warung kopi dan makanan di tepi jalan memperkuat alasan orang untuk berhenti di sini.

Kopi yang disediakan di warung-warung itu bukanlah kopi yang biasa ditemui di kota, namun kopi yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pelestarian kawasan Hutan Sokokembang Petungkriyono yang menjadi habitat Owa Jawa. Selain kopi hutan, telah dibudidayakan juga jenis kopi robusta, excelsa, liberika, dan arabica. (Ags/web/ap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here