PELANTIKAN : Kaur TU dan Umum yang baru, Joni Setiadi didampingi istri melakukan foto bersama dengan Kades Babadan, Siswo Prasojo dan Muspika Kecamatan Limpung usai pelantikan, Senin (15/3) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PELANTIKAN : Kaur TU dan Umum yang baru, Joni Setiadi didampingi istri melakukan foto bersama dengan Kades Babadan, Siswo Prasojo dan Muspika Kecamatan Limpung usai pelantikan, Senin (15/3) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Desa Babadan di Kecamatan Limpung Kabupaten Batang, kini sudah mempunyai perangkat desa yang lengkap. Setelah Kepala Desa (Kades) Babadan, Siswo Prasojo, melantik Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha (TU) dan Umum yang baru, Joni Setiadi, 34, di Kantor Desa setempat, pada Senin (15/5) kemarin.

Sebelum dilantik, seminggu lalu Joni telah lolos tes penjaringan perangkat desa. Pria lulusan SMK jurusan otomotif ini, menyisihkan empat kandidat lain yang bertarung ketat saat ujian. Berupa mengerjakan soal sebanyak 60 butir yang didatangkan langsung dari Dispermasdes (Dinas Pembrdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Batang. Dan ayah dua anak ini, berhasil mencapai nilai tertinggi 86,6.

Kades Babadan, Siswo Prasojo mengaku gembira karena formasi pemerintahan desa sudah lengkap. Dengan demikian, diharapkan bisa maksimal dalam melayani masyarakat. Kades juga lega karena dalam ujian penjaringan, tidak ada masalah atapun gejolak yang timbul.

“Pada ujian penyaringan seminggu lalu berjalan fair. Tidak ada calon titipan ataupun tekanan dari pihak manapun. Kepada Kaur TU dan Umum yang baru, kami harap bisa segera bekerja. Tanamkan jiwa pengabdian untuk masyarakat,” kata kades yang masih muda ini.

Camat Limpung Windu Suriadji mewakili Muspika menambahkan jika menjadi perangkat desa adalah abdi masyarakat yang disumpah atas nama Tuhan. “Karena itu, ubah pola kehidupan. Karena mulai hari ini, anda sudah menjadi abdi masyarakat dan harus siap bertugas kapan saja. Kepada kades dan perangkat desa yang lain, kami ingatkan agar lebih meningkatkan profesionalitas untuk mengikuti perkembangan zaman,” pesannya.

Selain itu, katanya, para pejabat desa juga harus dan lebih menguasai tata cara pengelolaan dana desa yang jumlahnya besar. Tertib dalam administrasi dan hati-hati dalam penggunaan agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari. “Saya ingatkan lagi, agar berhati-hati dalam penggunaan dana desa,” tandas Camat Limpung. (han/sct/ida)