Petungkriyono Kiblat Wisata Pekalongan Masa Depan

1580
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tengah), dan Anggota DPR RI, Marlinda Irwanti (kiri), saat memberikan sambutan pelepasan Blogger dan Media Online guna perkenalkan wisata Pekalongan ke masyarakat luas.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi (tengah), dan Anggota DPR RI, Marlinda Irwanti (kiri), saat memberikan sambutan pelepasan Blogger dan Media Online guna perkenalkan wisata Pekalongan ke masyarakat luas.

PEKALONGAN – Gunung Petungkriyono menyimpan sejuta pesona. Alam yang masih asri dengan panorama indah membuat kawasan ini sangat potensial untuk dikembangkan jadi destinasi wisata.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pun kini tengah fokus mengembangkannya. Dukungan pemerintah pusat melalui Komisi X, juga kini tengah mengarah ke sana.

Anggota Komisi X DPR RI, Marlinda Irwanti begitu konsen memperjuangkan kemajuan wisata Gunung Petungkriyono ini. Pekan lalu, legislator asal Jawa Tengah ini melakukan kunjungan reses ke sana. Ia pun sangat optimis kawasan tersebut bisa dikembangkan lebih baik.

Marlinda menyebut Gunung Petungkriyono sebagai negeri di atas awan. Posisinya yang berada di ketinggian, sangat cocok untuk penamaan ini.

“Kawasan ini bisa menyimpan potensi wisata yang luar bisa. Kalau ini dikembangkan lebih baik, tentu bisa mensejahterakan masyarakat sekitar,” kata dia.

Ia yakin, Gunung Petungkriyono ini bisa menjadi kiblat wisata Pekalongan di masa yang akan datang. Tak hanya cocok untuk wisatawan lokal, termasuk juga untuk dunia atau mancanegara.

Marlinda sadar, untuk mengembangkan kawasan ini sebagai tujuan wisata populer, masih banyak tantangan pemerintah. Utamanya masalah infrastruktur dan fasilitas pendukungan.

“Yang pertama dulu, kita minta dukungan teman-teman media dan blogger untuk mempromosikannya. Sambil pemerintah mengupayakan pembenahan,” jelasnya.

Tak hanya mensejahterakan masyarakat sekitar, Marlinda yakin potensi wisata ini bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten Pekalongan. Baginya, tak perlu terlalu gencar mengundang investor. Cukup edukasi masyatakat menjadi sadar wisata, maka ke depan potensi alam bisa terkelola dengan baik.

“Bisa kan kalau masyarakat itu dilatih, maka rumah-rumah mereka bisa dijadikan tempat penginapan. Inikan lebih ramah lingkungan, dibanding harus mengundang investor bagun hotel atau penginapan,” paparnya.

Pelibatan pemuda setempat juga sangat dibutuhkan. Terutama untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Jika pemuda mendukung, maka sudah pasti daerah tersebut bisa berkembangan lebih baik.

“Alam sudah sangat indah. Tinggal kreativitas pemuda butuh dibangkitkan. Misalnya kita beri pengatahuan bagaimana mengubah hutan menjadi tempat selfie yang keren,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kemajuan potensi wisata Gunung Petungkriyono. Tahun ini, ia mengalokasikan APBD sebesar Rp41 miliar untuk membiayai infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

“Jalan sudah beres. Kita alokasikan Rp41 miliar untuk itu,” sebutnya.

Selain itu, Asip berjanji merampungkan tata ruang kawasan tersebut tahun ini. Jika pembagian wilayah itu rampung, maka upaya pengembangan Gunung Petungkriyono bisa lebih cepat dan terarah.

“Aturannya 10 persen dari total kawasan hutan bisa kekola menjadi kawasan wisata. Tetapi kita hati-hati betul, sebab ini hutan lindung. Tidak boleh sembarang,” katanya. (*/ap)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here