PIDATO: Penampilan salah satu peserta lomba pidato tentang pengusaha sukses Islam di UM Magelang. (HUMAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG)
PIDATO: Penampilan salah satu peserta lomba pidato tentang pengusaha sukses Islam di UM Magelang. (HUMAS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG)

MUNGKID– Komunitas Mahasiswa Enterpreneur (Komet) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah (UM) Magelang menggelar lomba pidato tentang pengusaha sukses Islam. Peserta yang berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai motivasi diri untuk menjadi pengusaha.

“Kita harap muncul anak-anak muda yang sudah berpikir tentang masa depan sebagai pengusaha,” kata Ketua Panitia Dimas Nugroho Cahyo.

Ia mengatakan, lomba yang diadakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang ini diikuti 21 siswa SMA dan SMK se-Kota dan Kabupaten Magelang. Selain memilih juara 1-3, lomba juga memilih best speaker yang diraih oleh Ema Aprilia dari SMK MA’arif Tegalrejo. “Kita juga ingin melalui lomba pidato, diharapkan para peserta dapat mengasah kemampuan berkomunikasi di depan publik sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri,” katanya.

Dalam lomba pidato tersebut, Cindy Aristin dari SMK Muhammadiyah Bandongan berhasil menjadi juara 1. Kemudian, Novi Mettasari dari SMK MuhammAdiyah Salaman dan Hikmawati Fajri dari SMK Syubanul Wathon menjadi juara 2 dan 3. Mereka mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan tropi dari panitia.

Dimas menambahkan, selain lomba pidato yang diadakan Jumat (12/5), Komet juga merangkai kegiatan talkshow yang digelar hari Sabtu (13/5) dengan menghadirkan pembicara dari Malaysia, Urwah Assayuti (CEO Hijab Nayla). Selain Urwah, talkshow bertajuk Menemukan Kunci Rejeki dari Berwirausaha dan Investasi juga menghadirkan para enterpreneur muda yakni Muhammad Machfud (owner Atensi Sekolah Paper Aset Yogyakarta) serta Santo Budikusuma (pengusaha minyak dan SPBU).

Di hadapan ratusan peserta talkshow yang memadati Auditorium Kampus 1 UM Magelang, para entrepreneur muda dan berbakat itu menyuntikkan virus sukses mereka kepada hadirin yang antusias mengikuti acara hingga selesai. Mereka yang telah menemukan kunci rezeki dari berwirausaha dan investasi itu membagikan kunci rezeki, diantaranya adalah dengan bersedekah dengan ikhlas dan kontinyu.

Selain itu juga dengan menabung sehingga tercipta pola hidup seimbang yakni tidak pelit tapi juga tidak boros sehingga dapat mencapai dua hal sekaligus yakni keseimbangan dunia dan akherat. “Inverstasi diperlukan untuk memikirkan kelangsungan hidup dan usaha dalam jangka panjang,” ujar Santo yang sukses mengelola bisnis SPBU di beberapa wilayah di Jawa Tengah. (vie/sct/ton)