TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG SENTRA PISANG : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama istri Hj.Munafah Asip, saat memantau penjualan pisang di Pasar Doro, kemarin. Jual 5 Ton Pisang per Hari KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Minggu (14/5) mengunjungi Pasar Doro, yang terletak di sebelah Teminal Doro, Kecamatan Doro, untuk memantau langsung pedagang buah pisang yang berada di pasar tersebut. Pasalnya, dalam sehari Pasar Doro menjual buah pisang mentah sebanyak 5 ton. Melihat kondisi tersebut, Asip meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian Pedagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, agar menata Pasar Doro untuk dikembangkan menjadi area penjualan buah, khususnya sentra buah pisang. Dia mengungkapkan Pemda akan segera mengangkat potensi buah pisang yang ada di Kecamatan Doro menjadi sentra pisang, dan akan mengembangkan aneka produk makanan yang berasal dari pisang. Sehingga pisang yang dihasilkan dari petani, mempunyai nilai tambah ekonomi yang membaik. Menurutnya selama ini Kecamatan Doro hanya menampilkan potensi wisata alamnya. Namun dengan melimpahnya buah pisang setiap hari. Maka sudah selayaknya, Kecamatan Doro khususnya di Pasar Doro mengembangkan area untuk penjualan pisang. “Dalam sehari 5 ton buah pisang dijual di Pasar Doro dengan aneka jenis dan rasa yang beragam. Ini potensi Kecamatan Doro yang harus dikembangkan. Sehingga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya. Bupati Asip juga mengatakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, serta Bagian Ekonomi akan mengangkat dan mengembangkan potensi buah pisang yang ada di Kecamatan Doro. Menurutnya para pedagang buah pisang akan dikelompokkan dan dibina untuk mengelola buah pisangnya menjadi lebih baik lagi, sehingga harga yang dijual juga akan menjadi lebih bagus, bukan hanya sekedesar pisang mentah dijual di Pasar Doro. “Saya akan minta dari Dinperindag dan UKM dan Bagian Ekonomi untuk menata potensi ini. Karena ini adalah potensi yang luar biasa. Dan Insya Allah akan menjadi nilai lebih apabila hal itu dikelola dengan lebih baik lagi,” katanya. Sementara itu, Pengurus Asosisasi Pedagang Pasar Doro, Jumadi, 47 menjelaskan dalam sehari ada 5 ton buah pisang, yang dijual secara rutin di Pasar Doro. Sebagian pedagang buah pisang berasal dari desa yang ada di Kecamatan Doro, seperti Dororejo, Rogoselo dan sebagainya. Menurutnya dari 5 ton pisang yang terjual tersebut, sebagian distribusikan ke Pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan dan luar kota. Seperti Pasar Kajen, Wiradesa, Comal dan Pemalang. “Pedagang buah pisang ini, hanya beberapa jam saja di Pasar Doro. Karena mereka sudah punya pelanggan masing-masing, namun harga yang dijual cukup murah, dikarenakan buah pisang yang dijual masih mentah, dan yang beli juga pedagang pisang dari luar Kabupaten Pekalongan,” jelas Jumadi. (thd/ric)
TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG SENTRA PISANG : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama istri Hj.Munafah Asip, saat memantau penjualan pisang di Pasar Doro, kemarin. Jual 5 Ton Pisang per Hari KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Minggu (14/5) mengunjungi Pasar Doro, yang terletak di sebelah Teminal Doro, Kecamatan Doro, untuk memantau langsung pedagang buah pisang yang berada di pasar tersebut. Pasalnya, dalam sehari Pasar Doro menjual buah pisang mentah sebanyak 5 ton. Melihat kondisi tersebut, Asip meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian Pedagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, agar menata Pasar Doro untuk dikembangkan menjadi area penjualan buah, khususnya sentra buah pisang. Dia mengungkapkan Pemda akan segera mengangkat potensi buah pisang yang ada di Kecamatan Doro menjadi sentra pisang, dan akan mengembangkan aneka produk makanan yang berasal dari pisang. Sehingga pisang yang dihasilkan dari petani, mempunyai nilai tambah ekonomi yang membaik. Menurutnya selama ini Kecamatan Doro hanya menampilkan potensi wisata alamnya. Namun dengan melimpahnya buah pisang setiap hari. Maka sudah selayaknya, Kecamatan Doro khususnya di Pasar Doro mengembangkan area untuk penjualan pisang. “Dalam sehari 5 ton buah pisang dijual di Pasar Doro dengan aneka jenis dan rasa yang beragam. Ini potensi Kecamatan Doro yang harus dikembangkan. Sehingga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya. Bupati Asip juga mengatakan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, serta Bagian Ekonomi akan mengangkat dan mengembangkan potensi buah pisang yang ada di Kecamatan Doro. Menurutnya para pedagang buah pisang akan dikelompokkan dan dibina untuk mengelola buah pisangnya menjadi lebih baik lagi, sehingga harga yang dijual juga akan menjadi lebih bagus, bukan hanya sekedesar pisang mentah dijual di Pasar Doro. “Saya akan minta dari Dinperindag dan UKM dan Bagian Ekonomi untuk menata potensi ini. Karena ini adalah potensi yang luar biasa. Dan Insya Allah akan menjadi nilai lebih apabila hal itu dikelola dengan lebih baik lagi,” katanya. Sementara itu, Pengurus Asosisasi Pedagang Pasar Doro, Jumadi, 47 menjelaskan dalam sehari ada 5 ton buah pisang, yang dijual secara rutin di Pasar Doro. Sebagian pedagang buah pisang berasal dari desa yang ada di Kecamatan Doro, seperti Dororejo, Rogoselo dan sebagainya. Menurutnya dari 5 ton pisang yang terjual tersebut, sebagian distribusikan ke Pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan dan luar kota. Seperti Pasar Kajen, Wiradesa, Comal dan Pemalang. “Pedagang buah pisang ini, hanya beberapa jam saja di Pasar Doro. Karena mereka sudah punya pelanggan masing-masing, namun harga yang dijual cukup murah, dikarenakan buah pisang yang dijual masih mentah, dan yang beli juga pedagang pisang dari luar Kabupaten Pekalongan,” jelas Jumadi. (thd/ric)

UNGARAN – Ratusan warga Dusun Mrunten Wetan desa Kalisidi Ungaran Barat, rela berdesakan saling berebut demi membeli sembako murah yang dijual dengan harga Rp 15 ribu tiap paketnya, Minggu (14/5).

Penjualan sembako murah tersebut merupakan salahsatu rangkaian kegiatan bakti sosial (baksos) yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ungaran Barat. “Mumpung murah jadi ikut beli,” terang warga Mrunten, Sulimah, 48.

Menurut Ketua DPC PKS Ungaran Barat, Hafidz Usman Rifa’I, penjualan sembako murah tersebut sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap masyarakat kecil di tengah harga sembako yang semakin meroket.

“Kalau jelang puasa itu harga semua jenis sembako pasti naik. Harga sembako yang dijual panitia berkisar antara Rp 40 ribu tiap paketnya,” katanya. Tidak menunggu waktu lama, dalam hitungan menit 120 paket sembako habis terjual.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PKS, Joko Widodo mengutarakan keprihatinannya terkait kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik) yang cenderung membuat rakyat kecil semakin tercekik.

“Tarif dasar listrik naik dua kali lipat tentunya itu sangat memberatkan masyarakat, kami hanya berusaha meringankan beban masyarakat dengan mengadakan kegiatan baksos ini,” ujarnya.

Selain kegiatan penjualan sembako murah, pihak panitia juga membuka pemeriksaan kesehatan gratis, tes kadar gula darah dan asam urat, serta penjualan pakaian pantas pakai murah. (ewb/zal)