33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Jangan Anak Tirikan Pasar Penunjang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KALANGAN Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan tidak menganaktirikan pasar-pasar penunjang. Seperti Pasar Kalicari, Manyaran, Srondol, Banyumanik, Tanah Mas, Jangli, dan sebagainya.

Ada 44 pasar tradisional di Kota Semarang. Namun selama ini Dinas Perdagangan hanya fokus merevitalisasi pasar-pasar besar saja, seperti Bulu, Rejomulyo, Sampangan, Pedurungan, Peterongan, dan Johar. Sedangkan pasar pasar tradisional di wilayah pinggiran minim perhatian.

Baca Juga :

Komisi B mendorong pembangunan dilakukan secara merata. Bahkan dalam rapat kerja tahun lalu, komisi yang membidangi masalah perekonomian ini mendorong Dinas Perdagangan agar memperhatikan pasar kecil juga. ”Dengan adanya pasar kecil ini, maka tidak terpusat lagi ke pasar besar seperti Bulu, Johar, dan lainnya. Misal warga Tembalang, mau beli bawang sekilo saja masak harus sampai ke Johar atau Bulu. Pasti mereka cari yang terdekat,” kata Wakil Ketua Komisi B Danur Rispriyanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Pihaknya meminta Dinas Perdagangan menginventarisir 44 pasar tradisional yang memang kondisinya perlu revitalisasi. Selain itu juga mengklasifikasikan antara besar, menengah, dan kecil. Sehingga penanganannya bisa lebih optimal.

Legislator dari Fraksi Demokrat ini menyayangkan jika penanganan hanya difokuskan pada pasar besar saja. Apalagi beberapa di antaranya gagal dilakukan revitalisasi. Seperti Pasar Karangayu yang telah dianggarkan Rp 30 miliar, gagal terlaksana. ”Daripada seperti itu (gagal), lebih baik anggarannya dibagi untuk merevitalisasi pasar yang kecil. Contoh kegagalan Pasar Karangayu, anggaran Rp 30 miliar balik ke kasda. Itu jika dialokasikan ke pasar kecil sudah bisa merevitalisasi tiga sampai empat pasar,” ujarnya.

”Karena untuk merevitalisasi pasar kecil itu tidak membutuhkan anggaran besar seperti Bulu yang mencapai Rp 44 miliar. Paling butuh Rp 3 sampai Rp 5 miliar. Seperti Pasar Simongan membutuhkan anggaran sekitar Rp 5-6 miliar,” imbuhnya.

Menurut Danur, selama ini Dinas Perdagangan hanya mengalokasikan anggaran perawatan atau perbaikan yang sifatnya kecil, seperti pembuatan saluran, WC, atau sekadar pengecatan. ”Yang kami inginkan tidak seperti itu. Kalau memang kondisinya sudah tidak layak ya harus direvitalisasi. Dalam rapat kerja kemarin kami sudah sepakat dengan Dinas Perdagangan untuk lebih meratakan pembangunan pasar tradisional,” tandas dewan yang hobi bersepeda ini. (zal/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...