33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Aksi 1.000 Lilin untuk NKRI

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

UNGARAN – Ribuan warga terdiri dari berbegai elemen tumpah ruah di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, menggelar aksi bakar 1.000 lilin, Sabtu (13/5) malam. Aksi tersebut sebagai wujud kecintaan dan dukungan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aksi dimulai sejak pukul 20.00 WIB hingga Minggu (14/5) pukul 00.00 WIB. Aksi sendiri diawali dengan penandatanganan sikap cinta terhadap NKRI di kain putih sepanjang 60 meter. Setiap warga membubuhkan tandatangan dan nama terang di kain tersebut.

Koordinator aksi, Bondan Marutohening menjelaskan, tidak ada maksud dan tujuan lain, selain pernyataan kecintaan dan dukungan terhadap NKRI. “Acara ini di adakan murni sebagai apresiasi kecintaan kita pada bangsa dan negara tanpa ada embel-embel dan unsur politik serta Pilkada DKI,” ujar Bondan.

Dikatakan Bondan, masyarakat menggelar aksi tersebut dalam waktu satu kali dua puluh empat jam dengan tujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme terhadap NKRI serta memperat rasa kesatuan seluruh komponen masyarakat.

“Harapan kita dalam acara ini, bersama mengajak seluruh komponen masyarakat untuk membela dan mencintai negara dan bangsa serta menjaga utuhnya NKRI dari segala lini,” ujarnya.

Setelah ribuan warga membubuhkan tandatangan dan nama terang, satu persatu penampilan beberapa seniman Kabupaten Semarang pun muncul. Mereka menyanyikan lagu-lagu kebangsaan di depan ribuan warga.

Hal itu semakin membangkitkan semangat masyarakat yang hadir dalam kesempatan itu. Tak lama kemudian, beberapa relawan membagikan ribuan lilin ke masing-masing warga yang hadir. Tepat pukul 20.00 WIB lilin dinyalakan.

Sorak sorai masyarakat yang ada di Alun-alun Bung Karno pun pecah. Ditambah dengan iringan lagu kebangsaan seperti Garuda Pancasila, Indonesia Raya. Tidak hanya orang dewasa, terlihat ratusan anak-anak pun juga ikut larut dalam kemeriahan itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan esensi lilin yang menyinari memberikan arti seperti Indonesia. “Yang diambil dari esensi lilin ini kan ia berkorban dengan membakar diri untuk menyinari sekitarnya. Di sini, kita tetap menjadi garda terdepan untuk keutuhan NKRI,” ujarnya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Normalisasi Usai, Kali Kembali Penuh Sampah

DEMAK-Meski sudah dipasang spanduk larangan buang sampah, namun kondisi kali di sepanjang Jalan Raya Mranggen-Onggorawe kembali dipenuhi sampah. Padahal sungai tersebut baru selesai dilakukan...

Umat Kristiani Peduli Rohingya

KEBUMEN—Perwakilan umat Kristiani di Kebumen, Jumat (15/9) kemarin, menyerahkan dana bantuan kemanusiaan bagi etnis Rohingya Myanmar.  Penyerahan bantuan berlangsung di  kantor PMI Kebumen, Jalan...

Donor Darah saat Puasa Ramadan

Assalamu'alaikum Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag yang saya hormati, Sebagai seorang muslim, saya diminta untuk mendonorkan darah, karena dibutuhkan dan itu pada bulan Puasa....

Pasukan Tongtek Karangayu

SEJUMLAH anak yang tergabung dalam pasukan Tongtek Karangayu siap berkeliling dengan membawa berbagai perlengkapan rumah tangga dan alat musik untuk membangunkan warga supaya sahur,...

Tarif RSUD Soewondo Naik 300 Persen

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - RSUD dr Soewondo Kendal per 1 Februari 2018 besok memberlakukan kenaikan tarif pelayanan langsung mulai 50-300 persen. Kenaikan yang langsung dua...

Promosikan Potensi Wisata Melalui Keris Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Berbagai langkah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batang untuk promosi wisata. Salah satunya yang dilakukan oleh Bupati Batang Wihaji, yang promosikan Wisata...