1.000 Napi Jakarta Akan Dipindah ke Jateng

Tempati Lapas Purwokerto dan Nusakambangan

492
BEBAS NARKOBA: Semua kalapas dan karutan di Jateng menjalani tes urine secara mendadak di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jateng, Jalan Dr Cipto, Semarang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEBAS NARKOBA: Semua kalapas dan karutan di Jateng menjalani tes urine secara mendadak di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jateng, Jalan Dr Cipto, Semarang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG– Pemetaan dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Jateng pada seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Jateng. Hal ini dilakukan menyusul kejadian kaburnya ratusan penghuni lapas di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, baru-baru ini. Selain pemetaan, Kemenkumham juga terus melakukan pantauan terhadap seluruh keamanan di rutan dan lapas di wilayahnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah, Bambang Sumardiono, mengungkapkan, saat ini situasi dan kondisi pada seluruh rutan dan lapas di Jateng dapat dikatakan aman dan kondusif. Sebab, tingkat overload-nya tidak banyak, hanya sekitar 13 – 15 persen dari kapasitas.

“Untuk tingkat over capacity rutan dan lapas yang tertinggi ada di Rutan Solo dan Lapas Kelas 1 Kedungpane Semarang. Solo itu ya lumayan, sekitar 30 persen. Kedungpane sudah hampir 100 persen overload-nya. Kapasitas 663 orang, saat ini dihuni 1.403 orang,” beber Bambang usai memberikan pengarahan kepada seluruh Kalapas dan Karutan se-Jateng di kantornya, Jumat (12/5) lalu.

Pihaknya mengklaim sudah melakukan evaluasi dan pemetaan untuk rencana pemindahan narapidana dari beberapa lapas dan rutan yang over capacity. Jika sesuai, akan ada kebijakan untuk sisa tahanan 2 tahun bisa dilaksanakan di rumah tahanan negara. “Ini kita sudah melakukan pemetaan akan melakukan pergeseran – pergeseran, sehingga akan timbul keseimbangan antara UPT satu dengan yang lain. Bahkan ada kebijakan, nantinya sisa tahanan 2 tahun bisa dilaksanakan di rumah tahanan negara. Kemudian saya juga instruksikan sisa pidana di atas 3 tahun untuk digeser ke lapas- lapas setempat,” terangnya.

Tak hanya persiapan redistribusi dari wilayah Jateng, Lapas Purwokerto dan Nusakambangan juga tengah dipersiapkan untuk menerima 1.000 napi dari Jakarta. Menurut rencana, pemindahan napi tersebut akan dimulai pekan depan.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, menyatakan, pihaknya siap untuk memberikan bantuan pengamanan terhadap seluruh rutan dan lapas yang berada di Jateng. “Kita sudah sampaikan kepada kalapas – kalapas, silakan untuk meminta bantuan kepada anggota polri, kapolres – kapolres untuk memberikan bantuan pengamanan. Jangan memikirkan wah nanti bagaimana makannya? Nggak, kita ini sifatnya membantu, menyerahkan anggota, semuanya tanggung jawab kita,” kata Condro usai Apel Siaga Operasi Patuh Candi 2017 di Mapolda Jateng, Selasa (9/5) lalu.

Ia juga mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru mendapat permohonan bantuan dari Lapas Nusakambangan. Ia pun memerintahkan kepada seluruh kapolres untuk turut proaktif mendatangi lapas – lapas. (tsa/aro)