33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Supardi Terbukti Bantu Membunuh Dr Nanik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Dua pelaku yang terlibat kasus pembunuhan dokter jantung RS Telogorejo Semarang, dr Nanik Trimulyani Arifin, di tempat kos miliknya Jalan Plampitan No 58 Semarang Tengah masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Semarang. Seorang pelaku bernama Supardi, warga Wonosobo yang dipercaya sebagai penjaga tempat kos ikut membantu membunuh dengan cara mengikat tangan korban.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengungkapkan, pelaku utama pembunuh dr Nanik adalah Suparman. Namun demikian, Supardi yang merupakan orang kepercayaan korban juga turut serta dalam peristiwa tersebut di dalam kamar pribadi dr Nanik.

”Awalnya Supardi hanya membawakan tas korban saat tiba dari Jakarta di Semarang. Dari garasi tas itu dibawa Supardi ke kamar korban. Tapi, pada saat korban masuk ke dalam kamar, Suparman sudah berada di dalam kamar korban,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/5).

Selanjutnya Suparman yang tepergok, langsung mendekati dr Nanik dan mencekik lehernya. Hal ini membuat korban langsung berontak melakukan perlawanan. Sedangkan Supardi yang berada di belakang korban langsung membantu memegang tangan dan mendorong korban hingga jatuh tertelungkup ke bawah.

”Karena berusaha meronta, Supardi langsung berinisiatif memegang dan mengikat tangan korban. Korban dicekik oleh pelaku Suparman hingga meninggal dunia,” terangnya.

Kemudian, kedua pelaku langsung mencari kontak mobil milik korban, dan setelah ditemukan langsung menuju ke RS Telogorejo untuk diambil. Namun saat mengambil mobil di rumah sakit tersebut, keduanya terekam oleh kamera CCTV yang ada di lokasi. ”Mereka terekam CCTV. Hingga akhirnya kita kejar dan ditangkap. Karena sebelumnya ada laporan orang hilang dari pihak keluarga korban,” katanya.

Pelaku Supardi mengakui keterlibatan tersebut karena merasa diancam oleh pelaku Suparman. Bahkan, sebelum terjadi peristiwa pembunuhan, keduanya juga telah mencuri barang-barang milik korban. Di antaranya, handphone termasuk televisi.

”Iya, saya dan Suparman sekitar dua hari sebelumnya juga telah mengambil barang-barang. Saya terpaksa ikut karena diancam oleh Suparman, sambil membawa senjata parang. Bilangnya (Suparman) kamu mau duit banyak gak? Kalau mau ikut saya,” terangnya.
Selain itu, Supardi juga terpaksa mengikuti ajakan Suparman lantaran tidak bisa melarikan diri. Sebab, kunci rumah yang setiap harinya dipegang Supardi telah dikuasai oleh Suparman. ”Tidak bisa ke mana-mana, kuncinya sudah diambil Suparman,” ujarnya.

Pelaku Ardian Rudi Putra mengakui ikut ditangkap oleh aparat karena diminta oleh saudaranya untuk menjualkan mobil milik korban. Pemuda ini juga mengakui mengetahui mobil tersebut hasil curian. Hanya saja, tidak mengetahui secara detail bahwa korban pemilik mobil tersebut juga tewas dibunuh oleh Suparman. ”Ya, saya ngerasa kalau mobil itu curian, tapi tidak tahu kalau orangnya sampai dibunuh,” ungkapnya.

Rudi menerangkan, sesuai rencana mobil milik korban akan dijual seharga Rp 30 juta. Mobil tersebut sempat akan dibeli seseorang. Hanya saja, harganya tidak cocok dan akhirnya tidak jadi dibeli. ”Disuruh menjual Rp 30 juta, tapi ditawar tidak sampai segitu. Suparman tidak mau. Kalau laku janjinya saya akan dikasih uang Rp 500 ribu,” katanya.

Keduanya kini masih mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang guna menjalani proses hukum. Saat ini, pihak kepolisian masih mengejar pelaku utama yang diperkirakan masih berada di wilayah Jateng. ”Suparman masih kita buru. Semoga dalam waktu yang cepat bisa kita tangkap. Saya juga mengimbau agar menyerahkan diri, saya jamin keamanannya,” ujar Abiyoso. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Theaching Factory, Paradigma Sekolah Kejuruan di Indonesia

RADARSEMARANG.COM - SEKOLAH Kejuruan itu menghasilkan lulusan yang tidak kompeten dan menghasilkan pengangguran. Pertanyaan tersebut merupakan salah satu bentuk dari banyak persoalan yang masih...

Ajak Masyarakat Hindari Maksiat

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sehari sebelum bulan Ramadan, Polres Pekalongan Kota memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merek. Pemusnahan berlangsung di depan mapolres Jalan Diponegoro...

Kantor Pos Layani Pembayaran Pajak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – PT Pos Indonesia (Persero) terus berupaya meningkatkan layanan di bidang jasa keuangan dan mengembangkan produknya. Terbaru, mulai 1 Februari 2018, Kantor...

Optimis Rampungkan 15 Raperda

SEMARANG – DPRD Jateng optimis bisa merampungkan 15 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sudah diajukan di 2017. Yakni lima raperda inisiatif DPRD Jateng, tiga...

Semarang Tetap Kandang Banteng, Diprediksi PDIP Raih 19  Kursi Dewan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Kota Semarang tetap menjadi kandang banteng. Pada Pemilu 17 April lalu, suara PDI Perjuangan di Kota Semarang naik sangat signifikan dibandingkan dengan...

Motor Dipepet, Ponsel Dirampas Penjambret

KEBUMEN --Ningrum, 29, warga desa Sumberadi Kebumen, kini dapat bernafas lega setelah ponsel pintarnya dapat ditemukan kembali. Minggu (18/11) sekitar pukul 20.30 WIB, ia...