Laga Tandang Serasa Kandang

1053
TERIMA KASIH PANSER: Para pemain PSIS memberi hormat atas dukungan Panser Biru di Stadion Krida, (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERIMA KASIH PANSER: Para pemain PSIS memberi hormat atas dukungan Panser Biru di Stadion Krida, (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PSIS Semarang telah melakoni dua kali laga tandnag yaitu laga perdana versus Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti Purwodadi pada 22 April lalu dan versus PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang, Kamis (11/5). Di dua laga tandang tersebut tim berjuluk Mahesa Jenar sukses meraih empat poin yaitu menang 2-1 atas Persipur dan imbang 1-1 di kandang PSIR. Hasil ini cukup positif hingga membawa PSIS menjadi pemuncak klasemen sementara Grup 4 dnegan raihan 10 poin.

Sukses di dua laga tandang itu tentunya tak lepas dari dukungan penuh dua kelompok suporter setia PSIS, Panser Biru dan Snex. Keduanya juga tampil all-out ketika mendukung Johan Yoga Utama dkk di dua laga away.

Pada laga tandang perdana versus Persipur, Panser Biru dan Snex menguasai Tribun Barat stadion Krida Bhakti yang berkapasitas sekitar 4.000 penonton. Bahkan fans PSIS terhitung lebih banyak dibanding dnegan penonton tuan rumah.

Kemudian di laga versus PSIR kemarin, jumlah penonton Semarang yang melakukan ‘awaday’ ke Kota Garam bertambah hingga dua kali lipat. Panser Biru dan Snex menguasai Tribun Selatan hingga separuh ke Tribun Timur Stadion Krida Rembang. “Kami biasanya kalau tour minimal bisa sekitar 1.000 personel. Kami berangkat menggunakan berbagai armada termasuk keberangkatan yang dikoordinir pengurus pusat maupun Korwil,” kata Ketua Panser Biru, Kepareng.

Jumlah peserta ‘awaday’ kata pria yang akrab disapa Wareng bisa berlipat ketika hari pertandigan adalah hari libur Nasional atau weekend,”Seperti di Rembang ini (kemarin, red) karena bertepatan dengan libur Nasional teman-teman yang ikut away cukup banyak,” sambungnya.

Salah satu Ketua Kolektif Snex, Doni Kurniawan menambahkan, jarak tempuh laga tandang tim Mahesa jenar juga turut berpengaruh kepada jumlah suporter yang berangkat untuk mendukung langsung tim kebanggaan mereka di laga tandang. “Selain itu di laga-laga krusial jumlah suporter byang away biasanya juga bertambah. Bahkan ke luar Jawa-pun kami berangkat meski tidak sebanyak kalau jarak tempuh pertandingan tandang lebih dekat,” beber Doni. (bas/smu)

Rembang.