TINGKATKAN KUALITAS: Rektor UPGRIS Muhdi menyerahkan cenderamata kepada Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho dalam acara Pembinaan, Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Akselerasi.
TINGKATKAN KUALITAS: Rektor UPGRIS Muhdi menyerahkan cenderamata kepada Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho dalam acara Pembinaan, Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Akselerasi.

SEMARANG – Masih tertinggalnya mutu peguruan tinggi (PT) negeri ataupun swasta di Indonesia membuat Kementerian Riset dan Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), terus mendorong PT untuk meningkatkan kualitas mutu dan akreditasi. Tujuannya agar bisa bersaing dengan PT di luar negeri, minimal di lingkup Asia Tenggara.

Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, mengatakan dari segi mutu ataupun kualitas, PT di Indonesia memang kalah dengan Thailand, Malaysia, ataupun Singapura. Untuk itu Kemenrsitedikti pada 2015-2020 berencana mendorong kualitas PT dari segi mutu ataupun akreditasi.

”Kami punya program kerja dengan menggenjot PT yang ada di Indonesia agar bisa berbicara di tingkat Asia Tenggara. Misalnya dengan peningkatan jurnal internasional,” katanya saat menjadi pembicara dalam tajuk Pembinaan, Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Akselerasi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), kemarin.

Ia mencontohkan, tertinggalnya mutu pendidikan bisa terlihat dari karya ilmiah dosen di PT Tanah Air di jurnal internasional yang terindeks scopus, masih kalah dengan negara lainnya. Pihak Kementerian sendiri saat ini fokus untuk meningkatkan mutu PT. Salah satunya dengan mendorong dosen yang belum S3 segera menyelesaikan S3. Kemudian yang S3 didorong segera jadi guru besar dan yang sudah guru besar didorong mempunyai jurnal internasional dan yang sudah punya jurnal didorong aware pada dunia usaha dan industri. ”Sehingga output dari perguruan tinggi itu tidak hanya sekadar penelitian saja, namun bagaimana penelitian itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Muhdi menyampaikan, kampusnya akan terus meningkatkan mutu atau kualitas. Saat ini seluruh indikator dan aturan yang ditetapkan oleh Kemensristekdikti telah dipatuhi. Contohnya saja rasio dosen dan mahasiswa, penambahan dosen lulusan S3 dan masih banyak yang lainnya. ”Kami hanya menunggu waktu saja dan menggenjot prodi-prodi baru untuk mengejar agar pada pemeringkatan bisa dihitung,” katanya. (den/ric/ce1)