33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Pasar Gedawang Mirip ’Rumah Hantu’

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Masih banyak pasar mangkrak di Kota Semarang. Salah satunya Pasar Gedawang, Banyumanik. Sejak diresmikan 2005 silam, pasar yang dulunya dikelola oleh investor ini mangkrak. Padahal tersedia kurang lebih 300 kios dan lapak. Praktis, pasar yang terletak di tengah permukiman warga ini mirip ”rumah hantu”. Sebab, kondisi atap dan eternitnya banyak yang jebol, bahkan sejumlah tembok ditumbuhi rumput liar.

Sebetulnya masih ada aktivitas jual beli di pasar tradisional ini. Namun jumlah pedagang yang bertahan hanya sebanyak 13 orang. Mereka berjualan kebutuhan pokok sehari-hari dengan pelanggan warga perumahan di sekitar pasar.

”Masih ada 13 pedagang. Dulu memang belum ada permukiman, sehingga pasar ini sepi, kemudian mangkrak karena kios tidak laku,” kata salah satu pedagang, Harfino, kemarin.

Kondisi bangunan pasar juga memprihatinkan, karena tidak ada yang merawat. Investor selaku pengelola pasar tidak bisa membuat terobosan. ”Eman-eman kalau bangunan ini mangkrak, apalagi sekarang Pasar Gedawang sudah dikelilingi banyak perumahan. Tentu jika dikelola dengan baik, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia mengaku senang karena status pengelolan Pasar Gedawang ini sudah diambil alih oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. ”Kami yakin pasar ini bisa ramai,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengaku, telah mengambil alih pengelolaan Pasar Gedawang ini. Ia menjelaskan, dulunya pasar tersebut dikelola investor. ”Tapi, sekarang sudah diserahkan ke kami. Saat ini, kami ajukan di anggaran perubahan untuk perbaikan,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan akan mengoptimalkan Pasar Gedawang yang lama mangkrak ini. Beberapa area yang saat ini mangkrak rencananya akan ditempati pedagang burung.

”Sudah ada komunitas burung love bird yang berminat untuk menempati pasar tersebut. Dalam waktu dekat akan diadakan lomba kicau burung di tempat itu. Pekan depan kami akan mulai kerja bakti bersama komunitas tersebut untuk langkah awal,” katanya.

Pihaknya juga akan menawarkan kepada masyarakat sekitar yang berminat menempati kios. Tidak dipungut biaya apa pun. Syaratnya dengan cara mengajukan permohonan ke Dinas Perdagangan Kota Semarang. ”Harus ada komitmen serius untuk berjualan,” katanya.

Dikatakannya, setidaknya ada 300 kios dan lapak. Pihaknya akan mengajukan anggaran untuk perbaikan pasar tersebut pada anggaran perubahan. Menurutnya, pihak ketiga yang saat itu mengelola Pasar Gedawang salah perhitungan.

”Selesai dibangun tempat tersebut malah mangkrak. Tapi saya optimistis Pasar Gedawang bisa ramai karena saat ini dikelilingi banyak perumahan. Kondisinya berbeda dengan dulu yang jauh dari permukiman,” ujarnya.

Salah satu warga, Susilo Wibisono, mengatakan, pasar ini bisa dimanfaatkan dengan pengelolaan baru. Ia merupakan salah satu anggota komunitas burung yang menyatakan bersedia berjualan di pasar tersebut.

”Kami bersama rekan-rekan ada kurang lebih 60-an pedagang burung siap meramaikan pasar ini. Di sini kondisi alamnya sebenarnya sangat mendukung, apalagi udaranya masih sejuk,” katanya. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gerindra Dekati Kalangan NU

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jateng mencoba mendekati figur dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Calon Wakil Gubernur Jateng, mendampingi...

Star Wars dan Tikus Ikut Pawai

WONOSOBO—Karnaval pembangunan untuk memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Sabtu-Minggu (19-20/8), digelar Pemkab Wonosobo dan Temanggung. Banyak kreativitas yang diusung oleh para peserta, baik dari...

Intensifkan Pendataan Penyandang Disabilitas

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang akan mengintensifkan pendataan penyandang disabilitas di seluruh kecamatan. “Saat ini Dinsos mencatat ada sekitar 20 ribu penyandang...

350 Kios Pasar Bakal Disegel

SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang menegaskan ada 350 kios yang tersebar di 44 pasar tradisional di Kota Semarang, bakal disegel. Sebab, para pedagang...

Disiapkan 10 Titik Exit Tol Sementara

SEMARANG - Jumlah kendaraan yang masuk ke Jateng lewat jalan tol saat mudik Lebaran mendatang dipastikan bakal bertambah. Jika sistem ganjil-genap tidak jadi diberlakukan...

21 Pasangan Diarak Bendi Sebelum Ijab

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 21 pasangan mengikuti nikah masal di lapangan olahraga Kejati Jateng, Selasa (17/7). Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan  menyambut Hari...