33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Pelapis Belum “Menggigit”

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

REMBANG – Rekor tak terkalahkan PSIS nyaris terhenti Kamis (11/5) sore kemarin. PSIR Rembang hampir saja menodai capaian tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut. Beruntung, Skuad polesan pelatih Subangkit tersebut mampu  menahan imbang tuan rumah PSIR Rembang 1-1 dalam laga yang digelar di Stadion Krida Rembang tersebut.

Subangkit cukup berani bereksperimen kemarin. Pelatih asal Pasuruan ini menampilkan setidaknya tiga pemain pelapis yang selama ini lebih sering menjadi penghuni bench. Di antaranya Anhar Latif dan Ruud Gulid di posisi bek, serta Saddam Sudarma di lini tengah diturunkan sejak menit pertama. Namun penampilan ketiga pemain ini belum begitu meyakinkan.

Subangkit juga menggunakan skema 3-4-3 bukan 4-2-3-1 seperti yang digunakan di tiga laga sebelumnya. Di belakang, Subangkit menurunkan trio Anhar Latif, Ruud Gulid dan Rio Saputro. Kemudian di tengah dua breaker M Yunus dan Saddam Sudarma diturunkan untuk menopang dua winger M Ridwan dan Hari Nur serta striker tunggal Johan Yoga Utama.

Komposisi baru tersebut kurang bisa dijalankan dengan baik oleh Johan Yoga Utama dkk. Akibatnya, PSIR leluasa melakukan penetrasi agresif melalui dua sayap PSIR. Anhar Latif dan Ruud Gulid, seringkali keteteran mengantisipasi permainan cepat PSIR, terutama saat Laskar Dampo Awang ini melakukan serangan balik. Saat turun minum, skor masih kacamata.

Di babak kedua gawang PSIS yang dijaga Awan Setho Rakarjo  kebobolan lebih dulu melalui tendangan bebas Yoni Ustaf di menit ke-72. Sebelumnya Safrudin Tahar melakukan pelanggaran keras sedikit di luar kotak penalti.

Ketinggalan di menit akhir, memaksa Subangkit mengubah komposisi, sekaligus menarik keluar pemain yang tidak optimal, termasuk Ruud Gulid dan Saddam Sudarma. Ahmad Agung masuk menggantikan Saddam Sudarma. Kemudian Erik Dwi masuk menggantikan Ruud Gullid. Coach Subangkit juga mengubah skema dari 3-4-3 menjadi 4-2-3-1 dengan meniggalkan Hari Nur di sisi pertahanan lawan.

Penampilan Mahesa Jenar jauh lebih efektif. Hasilnya di menit 80 Erik Dwi menyelamatkan PSIS dari kekalahan dengan berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan assist Taufik Hidayat. PSIS sebenarnya punya kesempatan menang, andai saja tendangan M Ridwan di menit terakhir tambahan waktu tidak melenceng. Padahal pemain veteran tersebut tinggal berhadapan dengan kiper PSIR.

Di kubu PSIR, asisten pelatih Devid Prisma Nugraha mengakui kondisi fisik Heru Wibowo dkk sudah cukup terkuras saat menjamu PSIS kemarin. “Kami baru saja tour ke kandang Persipon yang melelahkan. Kondisi tersebut membuat kami kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir,” kata Devid.

Sementara Subangkit sedikit menyayangkan hasil seri yang diraih timnya mengingat para pemainnya punya banyak peluang mencetak gol. “Apalagi di babak kedua kami terus tampil menekan. Sayangnya Tahar melakukan pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu. Namun itu hasil terbaik yang bisa kami raih. Raihan satu poin di tandang patut kita syukuri,” pungkas Subangkit. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Stok Polsek Habis, Pemohon SKCK Banjiri Polrestabes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Blanko  Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek habis, ratusan pemohon banjiri Mapolrestabes Semarang. Jumlah pemohon meningkat 100 persen. Akibatnya, antrean...

190 Personel Amankan Imlek

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Guna mengamankan perayaan Imlek di Kabupaten Semarang, Polres Semarang menerjunkan sedikitnya 190 personel. Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho menjelaskan jika personel...

Jangan Tergiur Biaya Umrah Murah

SEMARANG – Akhir tahun lalu dan awal tahun seperti sekarang ini, kegiatan ibadah umrah mengalami peningkatan. Biro umrah-pun semakin sibuk melayani jamaah. Arbani Umrah Tour...

Bermain Kartu Sambil Menghapal Perkalian

RADARSEMARANG.COM - DI awali dari keresahan penulis saat mengajarkan Materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) pada pembelajaran matematika dikelas IV SD yang ternyata terkendala dengan...

Dari Takeran Hingga Belanda di Rumah Disway

Lama tak ada beritanya, pengembangan sepeda motor listrik Take Run ternyata terus berjalan. Kabar barunya, Dr Ir Bambang Prihandoko, ahli baterai lithium dari LIPI...

Pak Min Ndredeg saat Pembelinya Gubernur Ganjar

Parimin, pemilik Warung Bakso Asri harus melewati perjalanan panjang sebelum akhirnya sukses berbisnis bakso saat ini. Pria yang akrab disapa Pak Min ini pernah...