Pelapis Belum “Menggigit”

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

REMBANG – Rekor tak terkalahkan PSIS nyaris terhenti Kamis (11/5) sore kemarin. PSIR Rembang hampir saja menodai capaian tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut. Beruntung, Skuad polesan pelatih Subangkit tersebut mampu  menahan imbang tuan rumah PSIR Rembang 1-1 dalam laga yang digelar di Stadion Krida Rembang tersebut.

Subangkit cukup berani bereksperimen kemarin. Pelatih asal Pasuruan ini menampilkan setidaknya tiga pemain pelapis yang selama ini lebih sering menjadi penghuni bench. Di antaranya Anhar Latif dan Ruud Gulid di posisi bek, serta Saddam Sudarma di lini tengah diturunkan sejak menit pertama. Namun penampilan ketiga pemain ini belum begitu meyakinkan.

Subangkit juga menggunakan skema 3-4-3 bukan 4-2-3-1 seperti yang digunakan di tiga laga sebelumnya. Di belakang, Subangkit menurunkan trio Anhar Latif, Ruud Gulid dan Rio Saputro. Kemudian di tengah dua breaker M Yunus dan Saddam Sudarma diturunkan untuk menopang dua winger M Ridwan dan Hari Nur serta striker tunggal Johan Yoga Utama.

Komposisi baru tersebut kurang bisa dijalankan dengan baik oleh Johan Yoga Utama dkk. Akibatnya, PSIR leluasa melakukan penetrasi agresif melalui dua sayap PSIR. Anhar Latif dan Ruud Gulid, seringkali keteteran mengantisipasi permainan cepat PSIR, terutama saat Laskar Dampo Awang ini melakukan serangan balik. Saat turun minum, skor masih kacamata.

Di babak kedua gawang PSIS yang dijaga Awan Setho Rakarjo  kebobolan lebih dulu melalui tendangan bebas Yoni Ustaf di menit ke-72. Sebelumnya Safrudin Tahar melakukan pelanggaran keras sedikit di luar kotak penalti.

Ketinggalan di menit akhir, memaksa Subangkit mengubah komposisi, sekaligus menarik keluar pemain yang tidak optimal, termasuk Ruud Gulid dan Saddam Sudarma. Ahmad Agung masuk menggantikan Saddam Sudarma. Kemudian Erik Dwi masuk menggantikan Ruud Gullid. Coach Subangkit juga mengubah skema dari 3-4-3 menjadi 4-2-3-1 dengan meniggalkan Hari Nur di sisi pertahanan lawan.

Penampilan Mahesa Jenar jauh lebih efektif. Hasilnya di menit 80 Erik Dwi menyelamatkan PSIS dari kekalahan dengan berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala setelah memanfaatkan assist Taufik Hidayat. PSIS sebenarnya punya kesempatan menang, andai saja tendangan M Ridwan di menit terakhir tambahan waktu tidak melenceng. Padahal pemain veteran tersebut tinggal berhadapan dengan kiper PSIR.

Di kubu PSIR, asisten pelatih Devid Prisma Nugraha mengakui kondisi fisik Heru Wibowo dkk sudah cukup terkuras saat menjamu PSIS kemarin. “Kami baru saja tour ke kandang Persipon yang melelahkan. Kondisi tersebut membuat kami kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir,” kata Devid.

Sementara Subangkit sedikit menyayangkan hasil seri yang diraih timnya mengingat para pemainnya punya banyak peluang mencetak gol. “Apalagi di babak kedua kami terus tampil menekan. Sayangnya Tahar melakukan pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu. Namun itu hasil terbaik yang bisa kami raih. Raihan satu poin di tandang patut kita syukuri,” pungkas Subangkit. (bas/smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Dirut Sido Muncul Raih Lifetime Achievement Awards

SEMARANG- Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menerima Lifetime Achievement Awards dari Tahir Foundation untuk kategori Social...

Truk Terguling, Arus Lalu Lintas Dialihkan

SEMARANG - Sebuah truk bermuatan serbuk ikan terguling di tanjakan Jalan S Parman, Semarang, Rabu, (12/11) siang kemarin. Diduga truk nahas tersebut mengalami kelebihan...

Pastikan Diri Sebagai Juara Grup

SEMARANG – PSIS memastikan diri lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup 4 menyusul hasil imbang 1-1 yang ditorehkan laga dua pesaing terdekat...

Dewan Mengajak Kurangi Silpa

SALATIGA-Ketua DPRD Salatiga M Teddy Sulistio, meminta eksekutif dan legislatif bersemangat dalam bekerja di tahun 2015 ini. Tidak perlu saling menyalahkan terkait banyaknya pembangunan...

More Articles Like This

- Advertisement -