Sidak DPMPSTP dan TK, Separuh Pegawai Absen

1329
SIDAK : Pj Bupati Batang Siswo Laksono saat sidak ke kantor Kantor DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Batang, didampingi Asisten Administrasi Ripyono dan Kabag Humas Triossy Juniarto. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK : Pj Bupati Batang Siswo Laksono saat sidak ke kantor Kantor DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Batang, didampingi Asisten Administrasi Ripyono dan Kabag Humas Triossy Juniarto. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG-Hampir separuh pegawai Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan TK) Kabupaten Batang, belum ngantor/masih, Rabu pagi (10/5) kemain, pukul 07.00. Hal itu dipergoki langsung oleh Pj Bupati Batang Siswo Laksono, saat digelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kantor DPMPTSP dan TK Kabupaten Batang.

“Saya sengaja ingin datang apel pagi untuk lebih mengetahui kesiapan– kesiapan ASN (Aparatur Sipil Negara /PNS) yang bekerja di dinas, badan, dan kantor serta kecamatan di lingkungan Kabupaten Batang. Kali ini yang menjadi sasaran adalah kantor DPMPSTP dan TK. Dan terbukti, hampir separuh pegawai masih absen, belum hadir di kantornya,” kata Pj Bupati Siswo Laksono.

Menurutnya, apel pagi merupakan bagian dari bekerja. Maka pukul 07.00, mereka harus hadir di kantor. “Tapi kenyataaannya, separuh belum hadir,” sesal Pj Bupati Batang.

Sidak seperti ini, merupakan pembelajaran bagi ASN untuk bisa menyesuaikan diri terhadap aturan–aturan jam kerja yang ada di masing–masing dinas. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat, bisa terlayani secara optimal dan prima.

“Kalau ASN-nya tidak disiplin dan tidak bertangung jawab atas pekerjaannya, secara otomatis akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. Dan melalui sidak ini, semoga ada perubahan,” ujar Pj Bupati.

Terkait hasil sidak tersebut, selain kurang disiplinnya para pegawai, juga ada beberapa kekurangan dalam pelayanan, terutama informasi bagi masyarakat terkait proses perizinan. Beberapa layanan perizinan, menurut Pj Bupati, masih ada yang belum menempelkan syarat-syarat untuk pengurusan perizinan.

“Saya melihat ada beberapa perizinan, namun SOP-nya (Standar Operasional Prosedur) belum semua terpampang di depan. Ini harus ada perbaikan ke depan, agar masyarakat tahu apa persyaratan dan proses perizinannya,” harap Siswo Laksono.

Pj Bupati juga menyoroti Kantor DPMPTSP dan TK yang belum mempunyai tempat dan sarana untuk penyandang cacat atau disabilitas. Seperti jalur khusus kursi roda, dan sejenisnya.

Kepala DPMPTSP dan TK Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih menyambut baik sidak tersebut sebagai sok terapi bagi jajaran dan staf yang ada di dinasnya. Sehingga, bisa bekerja lebih disiplin, karena apel pagi juga bagian dari bekerja dan tangung jawab ASN. “Kami cukup senang dengan sidak ini. Semoga pegawai kami bisa lebih disiplin lagi,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk personel ASN yang ada di dinas tersebut, total ada 42 orang. Pada sidak tersebut, ada tiga orang yang izin ikut pendidikan pelatihan (Diklat) juga ada yang izin sakit. “Yang tidak ikut apel pagi, sudah saya panggil untuk diberikan pembinaan,” jelas Sri Purwaningsih.

Terakit dengan kekurangan SOP perizinan di dinasnya, pihaknya akan secepatnya melengkapi. Segera membangun sarana khusus untuk ruang Ibu Menyusui. (han/ida)