PINDAPATTA : Warga memberikan angpau kepada para Biksu Sangha yang berjalan kaki dalam proses Pindapatta di sepanjang jalan Pemuda, Rabu (10/5) kemarin. (Agus Hadianto/Radar Kedu)
PINDAPATTA : Warga memberikan angpau kepada para Biksu Sangha yang berjalan kaki dalam proses Pindapatta di sepanjang jalan Pemuda, Rabu (10/5) kemarin. (Agus Hadianto/Radar Kedu)

MAGELANG – Sebanyak 100 biksu melakukan prosesi pindapatta di sepanjang Jalan Pemuda Kota Magelang, Rabu (10/5). Dalam prosesi yang menjadi bagian peringatan Tri Suci Waisak 2017 ini, para biksu berjalan mulai dari Kelenteng Liong Hok Bio dan menerima pemberian makanan serta kebutuhan untuk menyokong kehidupan sehari-hari dari warga.

Baca Juga : Ribuan Umat Ikuti Jalan Dharma

Ketua DPD Walubi Jawa Tengah sekaligus Pembina Kelenteng Liong Hok Bio David Hermanjaya mengatakan, pindapatta diikuti oleh 100 biksu dari empat Sangha yaitu Theravada, Mahayana, Tantrayana, dan Mahanikayana. “Pindapatta merupakan tradisi kuno sejak zaman Sang Buddha Gautama yang mengandung maksud sebagai derma. Momen ini pun menjadi salah satu kesempatan untuk langsung berbagi dengan para biksu,” ucap David.

Pindapatta rutin diadakan saat prosesi peringatan Waisak dan dilakukan di Kelenteng Liong Hok Bio. Prosesi ini diawali dengan menghidupkan lilin lima warna, kemudian berdoa bersama-sama. “Setelah berdoa kita pindapatta, mubeng sepanjang sekitar 2,5 kilometer pulang pergi,” beber David.

Setelah berdoa, para biksu dibagi kelompok untuk berjalan kaki dari kelenteng lalu menyusuri kawasan Jalan Pemuda. Usai Pindapatta, para biksu kembali ke Kelenteng Liong Hok Bio. “Kemudian dilanjutkan dengan menikmati makanan yang telah disediakan. Sedangkan semua angpao dan barang yang diterima, diberikan sepenuhnya untuk biksu sangha. Semua untuk para biksu. Dana ini 100 persen diserahkan mereka semua,” tandas David.

Ketua Yayasan Tri Dharma Magelang Paul Chandra mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada umat yang ingin berdana untuk menyiapkan diri berjajar di sepanjang Jalan Pemuda. “Kami mengimbau alangkah baiknya pemberian dana berupa uang karena akan lebih bermanfaat,” ungkap Paul.

Sementara, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Kementerian Agama Kota Magelang Supriyadi, mengatakan, pindapatta tak hanya dilaksanakan di Magelang tapi juga di daerah lain. Seperti di Yogyakarta serta Jambi. “Kalau di Magelang ini kan juga dekat dengan pusat perayaan di Candi Borobudur. Marilah kita lakukan pindapata kali ini dengan penuh ketulusan, dengan landasan tekad yang kuat,” tandas Supriyadi. (cr3/ton)