WASPADA: Dusun Lembujati Desa Banaran Kecamatan Gemawang yang terancam bencana tanah longsor karena sudah ada rekahan sebesar 23 sentimeter. (DOK BPBD KABUPATEN TEMANGGUNG)
WASPADA: Dusun Lembujati Desa Banaran Kecamatan Gemawang yang terancam bencana tanah longsor karena sudah ada rekahan sebesar 23 sentimeter. (DOK BPBD KABUPATEN TEMANGGUNG)

TEMANGGUNG—Bencana tanah longsor mengancam warga Dusun Lembujati Desa Banaran Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. Senin (8/5) lalu, alarm sistem peringatan dini (EWS) yang dipasang di Dusun Lembujati berbunyi nyaring dan membuat panik warga.

Ada 8 keluarga yang berada di sekitar EWS. Data dari EWS menunjukkan, alarm berbunyi karena ada pergerakan tanah selebar 23 sentimeter. Ini termasuk dalam level awas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Agus Sudaryono mengatakan, kurang lebih 32 jiwa di Dusun Lembujati Desa Banaran, Kecamatan Gemawang terancam bahaya tanah longsor. “Pasalnya, akibat musim hujan, tanah-tanah yang ada di perbukitan mengalami pergeseran hingga menimbulkan rekahan-rekahan,” jelasnya.

Sementara itu dengan adanya bunyi alarm dari alat EWS, Agus meminta warga Dusun Lembujati untuk tidak panik dan khawatir, namun harus tetap waspada. BPBD bersama warga juga merencanakan jalur evakuasi yang tepat, apabila bencana longsor ini terjadi.

“BPBD Kabupaten Temanggung telah membuat jejaring komunikasi jika setiap saat ada pergerakan tanah atau EWS berbunyi, bisa dilaporkan tepat waktu dan segera ditindaklanjuti, karena di Dusun Lembujati Desa Banaran tidak terjangkau jaringan seluler,” jelasnya. (jpg/ton)