33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

MUI Perlu Redam Polemik HTI

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menggadang-gadang Majelis Ulama Indonesia (MUI) mampu meningkatkan peran dalam meredam polemik terkait keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang belakangan ini terus memanas. Peredaman itu bisa dilakukan lewat dialog-dialog keagamaan yang mengarah pada hiruk-pikuk ormas keagamaan yang ada.

Ganjar menjelaskan, dialog itu tidak melulu membahas keberadaan HTI. Bisa mengulas mengenai semua organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang keagamaan. Harapannya, ormas yang ada memiliki kesamaan cara pikir bernegara yaitu menyadari prinsip Bineka Tunggal Ika dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.

”Dari ngobrol, akan ditemukan solusi. Dialog dan buat kesepakatan. Saya juga berharap peran MUI,” katanya, Selasa (9/5).

Meski ada perbedaan ideologi, dialog itu tetap memungkinkan dilakukan. Menurutnya, HTI, MUI maupun ormas lain serta pemerintah merupakan bagian dari NKRI. Sama-sama memiliki kesamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Salah satunya melaksanakan konstitusi menjaga keutuhan  NKRI.

”Kita melihatnya itu sebagai pembentukan opini, bukan sebuah proses pembubaran ormas.”

Abdullah,

Ketua DPD HTI Jateng

Mengenai pembubaran ormas HTI, pihaknya belum bisa mengambil langkah karena harus menunggu putusan pemerintah pusat dan pengadilan. Jika putusan tersebut harus membubarkan HTI, maka pemprov sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat, akan menindaklanjutinya. ”Tapi kalau tidak ada perintah pembubaran, mau bagaimana lagi,” terangnya.

Sementara Wakil Gubernur, Heru Sudjatmoko mengibaratkan, semua masyarakat Indonesia dan ormas yang ada di dalamnya seperti satu keluarga. Keluarga itu diatur oleh pemerintah. Maka jika ada salah satu anggota keluarga yang berbuat semaunya sendiri dan bahkan membahayakan keutuhan keluarga maka sudah semestinya pemerintah melakukan antisipasi.

”Saya tidak bicara spesifik HTI. Saya khawatir malah jadi kontroversi. Tapi yang jadi prinsip adalah, konstitusi harus menjadi pegangan. Kalau ada unsur yang merusak persatuan dan kesatuan, memang harus ditangkal,” katanya.

Menanggapi wacana pembubaran HTI, Ketua DPD HTI Jateng Abdullah mengakui keputusan tersebut belum termasuk pembubaran. Menurutnya, butuh proses hukum panjang yang harus dilalui. Seperti adanya Surat Perintah 1 sampai ketiga baru kemudian dilakukan di kejaksaan. Bahkan bisa banding di tingkat MA. ”Semua proses tersebut telah diatur undang-undang,” katanya. ”Jadi bukan membentuk opini harusnya proses itu dijalani dulu. Kita melihatnya itu sebagai pembentukan opini, bukan sebuah proses pembubaran ormas,” tandasnya. (amh/hid/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kidung Gempita, Konser Semarang Banget

SEMARANG - Malam resepsi HUT ke-470 Kota Semarang tadi malam berlangsung meriah. Konser yang digelar di halaman Balai Kota Semarang ini mengusung tema Semarak...

Biar Makin Siap, Ikuti USK

MAGELANG – Sebanyak 110 siswa kelas XII SMK Citra Medika Kota Magelang mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi (USK). Dijadwalkan, siswa Kompetensi Farmasi mengikuti ujian mulai...

Siswa Tuna Rungu Daur Ulang Barang Bekas

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Anak-anak penyandang tuna rungu di SLB Don Bosco Wonosobo mengadu keterampilan mengolah kreasi dan seni. Mereka mengikuti lomba kreasi daur ulang barang...

Asah Naluri Anjing Pelacak

SALATIGA – Jajaran K9 Polres se-Polda Jateng menggelar latihan bersama dalam rangka meningkatkan kemampuan anjing pelacak di lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Jumat (17/11). Latihan ini...

Istri Gubernur Daftar Lari Ketua DPRD Open

SALATIGA – Ratusan anggota TNI bakal ikut memeriahkan lomba lari tingkat nasional memperebutkan piala Kemenpora dan piala Ketua DPRD Salatiga pada Minggu (10/12). Lomba...

Ada 18 Nama Calon Kepala Daerah Bermasalah, KPK Tegaskan100% Itu HOAX

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah terkait dengan beredarnya 18 nama calon kepala daerah dalam sebuah dokumen PDF Lantaran diduga melakukan tindak pidana...