Literasi Siswa Perlu Ditingkatkan

665
KREATIF : Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat melihat beberapa karya siswa sekolah di Kabupaten Semarang hasil pendampingan USAID Prioritas di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF : Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat melihat beberapa karya siswa sekolah di Kabupaten Semarang hasil pendampingan USAID Prioritas di Ungaran, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Literasi siswa di Kabupaten Semarang saat ini masih perlu ditingkatkan dan butuh perhatian khusus dari Pemkab setempat. Hal itu dikatakan oleh Direktur USAID Prioritas, Stuart Weston saat penutupan program USIAD Prioritas Jawa Tengah di Ungaran, Selasa (9/5) kemarin.

Guna meningkatkan tingkat baca siswa, pihaknya memberikan bantuan ratusan buku bacaan kepada 22 sekolah di Kabupaten Semarang. “Ada SD, MI, SMP, dan MTs di Kabupaten Semarang yang kita bantu dengan buku, untuk meningkatkan budaya membaca,” ujar Stuart.

Program USAID, lanjutnya, merupakan bentuk partisipasi masyarakat Amerika untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Tak terkecuali di Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang yang menjadi salahsatu wilayah sasarannya.

Disebutkannya, dalam 3 tahun terakhir, dari 167 sekolah mitra di Jateng, baik SD/MI dan SMP/MTs berkembang menjadi lebih dari 7.490 lembaga. Dimana kesemuanya mengadaptasi dan mengadopsi modul dan pelatihan dari Prioritas serta melatih 54.440 orang.

Mereka menggunakan dana mandiri atau APBD/BOS untuk mendiseminasikan program dengan pola sharing dengan USAID Prioritas. Tercatat lebih dari Rp 21 miliar dana gabungan USAID Prioritas dan Mitra di Jateng. “Di 15 Kabupaten Mitra, hanya kurang sekitar 20 persen sekolah yang belum mendapatkan pelatihan dari program,” ujarnya.

Stuart menjelaskan sekolah dan madrasah yang telah dilatih mengalami perubahan signifikan. Sekolah dan madrasah telah menggunakan pembelajaran aktif dan kontekstual. Selain itu, manajemen sekolah mereka telah berbasis pada transparansi, akuntabel dan partisipatif.

“Selama didampingi dari tahun 2012, budaya baca sekolah meningkat dari 45 persen menjadi 100 persen. Bahkan di Sumowono ada siswa bernama Risma Setyani yang mampu membaca 100 judul buku dalam 5 bulan,” katanya.

Hal tersebut dibuktikan dengan resume dari buku kendali baca. Dikatakan Stuart, peningkatan literasi membaca di sekolah dasar dan menengah sangat dibutuhkan. Dari hasil survey oleh pihaknya, rendahnya budaya membaca dikarenakan minimnya fasilitas pendukung.

Seperti, buku di perpustakaan yang minim, serta tidak adanya jam khusus yang dapat digunakan oleh siswa untuk dapat membaca literatur di perpustakaan sekolah. Dari hasil survei ke-22 sekolah itu, ditemukan pula banyak buku di perpustakaan sekolah yang tidak sesuai peruntukannya. “Selain itu, dalam pembelajaran lebih cenderung siswa mendapatkan ilmu dari apa yang disampaikan guru, bukan dari proses mereka mencari melalui literatur yang sesuai,” katanya.

Guna mendukung literasi dalam membaca tersebut, pihaknya juga memberikan pelatihan model pembelajaran di 22 sekolah di Kabupaten Semarang. Model pembelajaran yang dimaksud yaitu guru bukan sebagai sumber utama ilmu, melainkan hanya sebagai pendamping dalam pembelajaran disekolah. “Perubahannya banya, siswa sekarang cenderung lebih aktif jika dibanding dengan sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, banyak siswa di sekolah yang aktif dalam menulis buku. “Sekarang kita lihat ada buku kecil yang banyak ditulis oleh siswa. Kelas 1 dan kelas 2 SD banyak yang menulis buku mereka sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang juga hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi pada program USAID Prioritas. “Selama didampingi, banyak program yang telah dikembangkan,” katanya.

Dampaknya juga terlihat dari iklim dunia pendidikan di Kabupaten Semarang yang lebih kondusif. “Dampak-dampak yang baik dari Program jangan sampai berhenti,” katanya.

Ngesti juga mengatakan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang harus bekerja lebih keras agar apa yang telah dicapai bisa dipertahankan dan dikembangkan lebih baik lagi. (ewb/ida)