RESIDIVIS: Tersangka pengguna sabu-sabu Muhammad (tengah) dalam gelar perkara di Polres Temanggung, Selasa (9/5). (Ahsan fauzi/radar kedu)
RESIDIVIS: Tersangka pengguna sabu-sabu Muhammad (tengah) dalam gelar perkara di Polres Temanggung, Selasa (9/5). (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Satreskrim Polres Temanggung kembali menangkap pengguna narkotika di Temanggung. Muhammad, 36, warga Kampung Jetis Kauman Kelurahan Parakan Kauman Parakan Temanggung ditangkap petugas karena diduga kuat menyimpan narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat, Muhammad kerap mengonsumsi atau menghisap sabu. Perbuatannya juga kerap dipergoki warga. Laporan warga kemudian ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi rumahnya. Petugas menangkap tersangka di rumahnya Senin (8/5) petang, tanpa ada perlawanan.

“Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata benar, tersangka kedapatan menyimpan tiga bungkus plastik klip berisi serbuk kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu berat kotor 0,37 gram; 0,47 gram dan 0,54 gram sabu,” ucap Maesa dalam gelar perkara di Mapolres Temanggung, Selasa (9/5).

Selain mendapatkan sabu yang diduga dikonsumsi, petugas juga menemukan satu sedotan plastik dipotong runcing, satu buah bekas bungkus permen dan satu ponsel yang dipergunakan untuk transaksi pemesanan. Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut, mengingat tersangka adalah seorang residivis kasus kepemilikan sabu pada 2015 lalu.

“Ia pernah menjalani kurungan di Rutan Magelang selama 10 bulan karena kepemilikan sabu. Atas perbuatan ini, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1, lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 20 tahun penjara dan pidana denda Rp 10 miliar,” katanya.

Di hadapan petugas, Muhammad mengaku mengenal barang haram itu sejak tiga tahun lalu. Ia membeli sabu dari seseorang di Magelang dan terakhir membeli dari teman di Temanggung. “Saya membeli sabu hampir satu bulan dua kali, setiap pembelian dengan harga Rp 1,2 juta per gram. Saya mengonsumsi sabu untuk bersenang-senang,” akunya. (san/ton)