33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Kini, Hasil Pertanian Batang Berkelas Ekspor

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BATANG-Kini, Kabupaten Batang memiliki hasil pertanian berkualitas ekspor. Hal tersebut terungkap saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Nasikhin berkesempatan memanen paprica hasil penanaman Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Peni Murni Desa Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang, pada Selasa (9/5) kemarin.

Menurut Sekda Nasikhin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sangat berterimakasih kepada petani yang telah bersungguh–sungguh dalam menanam, sehingga menghasilkan produktivitas yang luar biasa seperti paprika tersebut.

“Mmemang tidak semua petani bisa menanam paprica, karena harus ekstra telaten dan ada ilmunya tersendiri agar hasilnya bagus dan melimpah. Apalagi paprica hasil pertanian menghasilkan kualitas ekspor, nantinya diekspor ke Singapura,” ucap Sekda bangga.

Hasil pertanian tersebut kata Sekda, sangat luar bisa. Disamping akan mengangkat nama petani, juga mengangkat nama daerah Kabupaten Batang sebagai penghasil pertanian berkelas ekspor.

Terkait hasil tersebut, Pemkab Batang berharap kepada para petani di Kabupaten Batang untuk bisa ngangsu kawruh (belajar) di Gapoktan Peni Murni. Yang sudah terbukti bisa menghasilkan produk pertanian berkualitas ekspor. Sehingga ada keseriusan dalam bertani, bukan hanya keturunan petani namun juga menggunkan metode pertanian yang modern dan bisa merambah ke agrobisnis di bidang pertanian.

“Batang selama ini sebagai basis pertanian. Kami berharap, anak mudanya bisa menjadi penerus. Dengan mencontoh dan belajar pertanian di Gapoktan Peni Murni yang diketuai oleh Nurkholis sebagai pelopor pemuda petani yang sangat luar biasa,” ujar Nasikhin.

Pemkab Batang sangat mendukung sektor pertanian dengan bukti pemberian bantuan berupa pembinaan bagi petani, maupun bantuan modernisasi alat pertanian dan infrastruktur pertanian. Seperti pembangunan irigasi dan bantuan pupuk melalui Dinas Pangan dan Pertanian.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Peni Murni Nurkholis menjelaskan bahwa Gapoktaan Peni Murni sudah beberapa kali melakukan ekspor hasil pertanian. Sebelum paprica, pernah ekspor buncis yang dikirim ke Soropadan dan selanjutnya di ekspor ke Singapura. “Sempat ekspor buncis, namun karena kendala permintaan buncis varietas tertentu yang tidak bisa di tanam disini, sehingga tidak bisa ekspor lagi,” sesalnya.

Namun kini, hasil pertanian berupa paprica bisa melakukan ekspor seminggu sekali melalui Bandung, sebanyak 300 kg sampai dengan 800 kg. “Kini seminggu kami baru bisa ekspor 300 kilogram hingga 800 kilogram saja,” ungkapnya.

Padahal kebutuhan komoditas paprica kualitas ekspor saat ini sangat luar biasa banyak. Namun Gapoktan Peni Murni baru mampu ekpor 8 hingga 10 ton. Hal tersebut karena, tidak semua petani bisa menanam paprica. “Untuk tanaman paprica di Batang, baru saya yang bisa menanam. Karena tanamanya khusus dan ada ilmunya. Kini baru bisa memiliki 2.000 tanaman paprica yang siap panen dengan kualitas ekspor. Dengan harga kini, Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu/kg,” jelas Nur Kholis.

Ditambahkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Megayani Tamrin, saat ini hasil pertanian berkualitas ekspor kelompok tani Peni Murni sudah berkali – kali menerimanya, melalui Bandung. “Paprica di Batang termasuk bagus. Hal ini tidak lepas dari pembinaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selama ini,” jelas Megayani Tamrin.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta perwakilan Forkominda selain memanen Paprika, juga berkesempatan memanen hasil pertanian tanaman cabe Di Desa Candi Gugur Kecamatan Bawang. Tanaman cabe tersebut merupakan program pemerintah, sebagai pengendalian inflasi dan operasi pasar. Agar ke depannya harga cabai dan stok cabai di pasaran bisa stabil. Sehingga tidak menyebabkan inflasi di Jawa Tengah, minimal di Kabupaten Batang. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Uang Jasa Gelapkan Perkara

SEMARANG - Sistem penegakan hukum dikupas secara gamblang dalam buku berjudul ’Advokat dan Penegakan Hukum’ karangan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep...

Mayoritas Rakyat Jateng Puas dengan Kinerja Ganjar

SEMARANG-Kinerja Gubernur Ganjar Pranowo dinilai sangat memuaskan sehingga layak dilanjutkan pada periode mendatang. Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, mencatat 77,9 persen warga...

Atletik Jateng Masih Perkasa

SEMARANG - Tim atletik Jateng menuai hasil positif pada Kejurnas Atletik Jatim Open yang berlangsung di Lapangan Atletik Universitas Negeri Surabaya, akhir pekan kemarin....

Tempe Jadi Teman Mabuk

KEBUMEN—Sebanyak 13 pemuda yang sedang makan tempe di Waduk Sempor ditangkap jajaran Polres Kebumen, Sabtu (15/4) malam. Pasalnya mereka makan tempe sebagai teman pesta...

Ditahan 2 Bulan, Gaji 73 TKI Tetap Dibayar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 73 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang selama 2 bulan tertahan di Kantor Imigrasi Malaka, Malaysia akhirnya sampai di...

Siapkan 23 Ribu E-Money

SEMARANG- Dua gerbang tol yang ada di Semarang, yakni Tol Gayamsari dan Muktiharjo, mulai Sabtu (30/9) hari ini, akan menggunakan pembayaran non tunai bagi...